MANAJEMEN PEMASARAN

Menetapkan Strategi Produk

Karakteristik dan Klasifikasi Produk

Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan. Produk-produk yang dipasarkan meliputi barang fisik, jasa, pengalaman, acara-acara, orang, tempat, properti, organisasi, dan gagasan.

Tingkat Produk : Hierarki Nilai Pelanggan

Di negara –negara yang sudah berkembang, persaingan, dan penentuan posisi merek berlangsung pada tingkat ini. Beberapa hal seharusnya diperhatikan mengenai strategi peningkatan produk. Pertama, setiap peningkatan menimbulkan biaya. Kedua, manfaat yang ditingkatkan akan segera menjadi manfaat yang diharapkan. Tamu-tamu hotel dewasa ini mengharapkan televisi kabel atau satelit yang menggunakan remote control dan internet berkecepatan tinggi atau dua lini telepon. Ini berarti pesaing nantinya harus mencari fitur dan manfaat lain lagi. Ketiga, padasaat perusahaan menaikkan harga untuk produk yang telah mereka tingkatkan, sebagian pesaing menawarkan jenis produk yang telah “ dipreteli “ dengan harga yang jauh lebih rendah. Dengan demikian, bersamaan dengan pertumbuhan hotel-hotel mewah seperti Four Seasons dan Ritz – Carlton, kita menyaksikan munculnya hotel-hotel dan motel berbiaya murah seperti Motel 6 dan Comfort Inn, yang melayani tamu yang hanya menginginkan produk dasarnya.

Klasifikasi Produk

Secara tradisional, pemasar mengklasifikasikan produk berdasarkan ciri-cirinya : daya tahan, wujud, dan penggunaan ( konsumen atau industri ) Selain jenis produk memiliki strategi bauran pemasaran yang sesuai.

DAYA TAHAN DAN WUJUD Produk dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, menurut daya tahan dan wujudnya:

  1. Barang yang tidak tahan lama ( nondurable goods) adalah barang-barang berwujud yang biasanya dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan, seperti bir dan sabun. Karena barang-barang ini dikonsumsi dengan cepat dan sering dibeli, strategi yang tepat adalah menyediakannya di berbagai lokasi, hanya mengenakan marjin yang kecil, dan memasang iklan besar-besaran guna memancing orang mencobanya dan membangun preferensi.
  2. Barang tahan Lama ( durable goods) adalah barang berwujud yang biasanya tetap bertahan walaupun sudah digunakan berkali-kali lemari es, peralatan mesin, dan pakaian. Produk tahan lama biasanya memerlukan penjualan dan pelayanan yang lebih pribadi, mempunyai marjin yang lebih tinggi, dan memerlukan lebih banyak garansi dan penjual.
  3. Jasa (services) adalah produk-produk yang tidak berwujud, tidak terpisahkan, dan mudah habis. Akibatnya, produk ini biasanya memerlukan pengendalian mutu, kredibilitas pemasok, dan kemampuan penyesuaian yang lebih tinggi. Contohnya mencakup pemotongan rambut dan perbaikan barang.

Hubungan Produk dan Merek

Masing-masing produk berkaitan dengan produk-produk tertentu lainnya.

Hierarki Produk

Hierarki produk ini membentang mulai dari kebutuhan-kebutuhan dasar hingga barang-barang khusus yang memuaskan kebutuhan tersebut. Kita dapat mengindentifikasi enam tingkat hierarki produk ( dengan asuransi jiwa sebagai contoh ) :

  1. Keluarga kebutuhan (need family) – Kebutuhan inti yang mendasari keberadaan suatu kelompok produk. Contoh : keamanan.
  2. Keluarga produk (product family) – Semua kelas produk yang dapat memenuhi kebutuhan inti dengan lumayan efektif. Contoh : tabungan dan Penghasilan.
  3. Kelas produk ( product class) – Sekelompok produk dalam keluarga produk yang diakui mempunyai ikatan fungsional tertentu. Contoh : instrumen keuangan.
  4. Lini produk ( product line ) – Sekelompok produk dalam kelas produk yang saling terkait erat karena produk tersebut melakukan fungsi yang sama, dijual kepada kelompok pelanggan yang sama, dan dipasarkan melalui saluran yang sama, atau masuk ke dalam rentang harga tertentu. Sebuah lini produk bisa terdiri dari merek-merek berbeda atau kelompok merek tunggal atau merek individual yang merupakan lini yang diperluas. Contoh : asuransi jiwa.
  5. Jenis produk (product type) – Sekelompok barang dalam lini produk yang sama-sama memiliki salah satu dari beberapa kemungkinan bentuk produk tersebut. Contoh : asuransi berjangka.
  6. Barang (item) ( yangjuga disebut unit pencatatan persediaan (stockkeeping unit) atau varian produk (product variant) – Unit tersendiri dalam suatu merek atau lini produk yang dapat dibedakan berdasarkan ukuran, harga, penampilan, atau suatu ciri lain. Contoh: asuransi jiwa berjangka prudential yang dapat diperpanjang.

Bauran dan Sistem Produk

Sistem produk ( product system) adalah sekelompok barang berbeda, tetapi saling berhubungan yang berfungsi dengan cara yang saling melengkapi. Misalnya, lini produk telepon cerdas dan PalmOne genggam muncul bersama produk-produk yang dapat dipasang, termasuk headset, kamera, keyboard, proyektor untuk presentasi, buku elektronik (e-book),  pemutar MP3, kamera digital, dan perekam suara. Bauran produk ( product mix atau product assortment ) adalah kumpulan seluruh produk dan barang yang itawarkan penjual tertentu kepada pembeli.

 

 

Panjang Lini-Produk

Tujuan-tujuan memengaruhi panjang lini produk. Salah satu tujuannya ialah menciptakan Lini produk untuk mencakup penjualan kelas atas.

Perentangan ke Pasar Sawah Suatu perusahaan yang berada di pasar menengah mungkin ingin memperkenalkan lini dengan harga yang lebih rendah karena salah satu dari ketiga alasan berikut:

  1. Perusahaan tersebut mungkin mengamati peluang-peluang pertumbuhan yang kuat sebagai pengecer besar-besaran seperti Wal-Mart, Best Buy, dan yang lain-lainnya menarik jumlah pembeli yang terus bertumbuh yang menginginkan barang dengan harga yang sesuai dengan nilainya.
  2. Perusahaan tersebut mungkin ingin membatasi pergerakan pesaing-pesaing dalam kelas yang lebih rendah yang tadinya mungkin mencoba untuk beralih ke pasar lapis atas. Jika sudah diserang pesaing kelas bawah, perusahaan tersebut sering memutuskan untuk melakukan serangan balik dengan memasuki kelas bawah pasar tersebut.
  3. Perusahaan tersebut mungkin menentukan bahwa pasar menengah sedang mengalami stagnasi atau kemunduran.

Suatu perusahaan menghadapi sejumlah pilihan penggunaan nama ketika memutuskan untuk beralih ke pasar bawah. Misalnya Sony menghadapi tiga pilihan:

  1. Menggunakan nama Sony untuk semua tawarannya. ( Sony melakukannya)
  2. Memperkenalkan tawaran yang harganya lebih rendah dengan menggunakan nama sub merek, seperti Sony Value Line. Perusahaan-perusahaan lain telah melakukan ini, seperti Gillette dengan Gillete Good News dan United Airlines dengan United Express. Resikonya adalah bahwa nama Sony kehilangan sebagian citra mutunya dan beberapa pembeli Sony mungkin akan beralih ke tawaran yang harganya lebih rendah.
  3. Memperkenalkan tawaran yang harganya lebih rendah dengan nama yang berbeda tanpa menyebutkan Sony, tetapi Sony harus mengeluarkan banyak uang untuk membangun nama merek yang baru, dan bahkan pedagang-pedagang besar mungkin tidak mau menerima merek yang tidak memiliki nama Sony.

 

 

 

Pengemasan, Pelabelan, Penjaminan, dan Garansi

Pengemasan

Kita mendefinisikan pengemasan (packaging) sebagai semua kegiatan merancang dan memproduksi wadah untuk produk. Kemasan (package) bisa mencakup tiga tingkat bahan. Paco Rabane Cologne muncul dalam botol (kemasan primer) yang dimasukkan ke dalam kotak karton (kemasan sekunder) yang terdapat dalam kotak bergelombang (kemasan pengiriman) yang berisi enam lusin kotak Paco Rabane.

Kemasan yang dirancang dengan baik dapat menciptakan kenyamanan dan nilai promosi. Kita harus memasukkan pengemasan sebagai senjata pemberian gaya, khususnya dalam produk makanan, kosmetik, perlengkapan mandi, dan peralatan kecil konsumen. Kemasan merupakan hal pertama yang dihadapi pembeli menyangkut produk dan mampu mengubah pembeli untuk membeli atau tidak. Bagi Arizona Iced Tea, kemasan, kemasan benar-benar menjadi titik pembuka.

Berbagai faktor telah berperan dalam meningkatnya penggunaan kemasan sebagai alat pemasaran:

  • Swalayan. Makin banyak produk dijual secara swalayan.
  • Kemakmuran konsumen. Meningkatnya kemakmuran konsumen berarti konsumen bersedia membayar sedikit lebih mahal untuk kenyamanan, penampilan, keandalan, dan gengsi kemasan yang lebih baik.
  • Peluang inovasi. Pengemasan yang inovatif dapat memberikan manfaat yang besar bagi konsumen dan laba bagi produsen. Perusahaan-perusahaan menggabungkan bahan-bahan dan fitur-fitur yang unik seperti semprotan dan bukan yang dapat ditutup kembali.

Pengembangan kemasan yang efektif membutuhkan beberapa keputusan. Dari perspektif perusahaan maupun pelanggan, pengemasan harus mencapai sejumlah tujuan.

  1. Identifikasi merek,
  2. Sampaikanlah informasi yang deskriptif dan persuasif,
  3. Permudahkan proteksi dan transportasi produk,
  4. Bantulah penyimpanan di rumah, dan
  5. Bantulah konsumsi produk.

Untuk mencapai tujuan pemasaran merek dan memuaskan keinginan konsumen, komponen estetik dan fungsional kemasan harus dipilih secara cermat. Pertimbangan estetik berhubungan dengan ukuran, bentuk, bahan, warna, tulisan, dan grafik kemasan.

Pelabelan

Penjual harus memberikan label produknya. Label tersebut mungkin adalah etiket sederhana yang ditempelkan pada produk tersebut atau grafik yang dirancang dengan rumit yang merupakan bagian dari kemasan tersebut. Label tersebut mungkin hanya mencantumkan nama merek atau banyak informasi. Sekalipun penjualnya lebih menyukai label yang sederhana, undang-undang mungkin mengharuskan informasi tambahan.

Label melakukan beberapa fungsi. Pertama, label tersebut mengidentifikasi produk atau merek – misalnya, nama Sunkist yang dicap pada jeruk. Label tersebut mungkin juga menunjukkan kelas produk; buah peach kaleng diberi label kelas A, B, dan C. Label tersebut mungkin juga menjelaskan produk: siapa pembuatnya, dimana buat, kapan dibuat, apa saja kandungannya, bagaimana digunakan, dan bagaimana menggunakannya dengan aman. Akhirnya, label tersebut mungkin mempromosikan produk melalui grafik-grafik yang menarik. Teknologi baru memungkinkan label mengakomodasikan lebih banyak informasi produk pada kemasan, menggantikan label tulisan yang dilem pada kaleng dan botol.

Jaminan dan Garansi

            Semua penjual secara hukum bertanggung jawab untuk memenuhi harapan pembeli yang normal atau masuk akal. Jaminan merupakan pernyataan formal dari kinerja produk yang diharapkan oleh pengusaha pabrik. Produk bergaransi dapat dikembalikan kepada pabrik atau pusat servis yang ditunjuk untuk melakukan perbaikan, penggantian, atau pengembalian uang. Jaminan, apakah itu diekspresikan atau diimplikasikan, dapat dituntut secara hukum.

Rangkuman

  1. Produk adalah unsur pertama dan terpenting dalam bauran pemasaran. Strategi produk membutuhkan pengambilan keputusan yang terkoordinasi atas bauran produk, lini produk, merek, dan pengemasan dan pelabelan.
  2. Dalam merencanakan tawaran pasarnya, pemasar perlu memikirkan secara mendalam kelima tingkat produk: manfaat inti, produk dasar, produk yang diharapkan, produk yang ditingkatkan, dan produk potensial, yang mencakup semua peningkatan dan transformasi yang akhirnya mungkin dialami produk tersebut.
  3. Produk dapat dikelompokkan dengan beberapa cara. Dari segi daya tahan dan keandalan, produk dapat dibagi menjadi barang yang tidak tahan lama, barang yang tahan lama, atau jasa. Dalam kategori barang konsumen, produk dapat berupa barang mudah (kebutuhan pokok, barang dadakan, dan barang darurat); barang toko (homogen dan heterogen); barang khusus; atau barang yang tidak dicari. Dalam kategori barang industri, produk masuk ke dalam salah satu dari tiga kategori: bahan baku dan suku cadang (bahan mentah, bahan produksi, dan suku cadang); barang modal (instalasi dan peralatan); barang pemeliharaan dan perbaikan, jasa pemeliharaan dan perbaikan, jasa konsultasi bisnis).
  4. Merek dapat didiferensiasikan berdasarkan jumlah dimensi produk atau jasa berbeda: bentuk produk, fitur, kinerja, kesesuaian, tahan lama, keandalan, kemudahan untuk diperbaiki, gaya, rancangan, dan juga dimensi-dimensi jasa seperti kemudahan untuk dipesan, pengiriman, instalasi, pelatihan pelanggan, konsultasi pelanggan, pemeliharaan dan perbaikan.
  5. Sebagian besar perusahaan menjual lebih dari satu produk. Bauran produk dapat dikelompokkan menurut lebar, panjang, kedalaman dan konsistensi. Keempat dimensi ini adalah alat untuk mengembangkan strategi pemasaran perusahaan tersebut dan untuk memutuskan lini produk mana akan dikembangkan, dipertahankan, dipanen, dan dihentikan. Untuk menganalisa lini produk dan menentukan berapa banyak sumber dana harus diinvestasikan dalam lini tersebut, manajer lini produk perlu mempelajari penjualan dan laba serta profil pasar.
  6. Perusahaan dapat mengubah komponen produk bauran pemasarannya dengan memperpanjang produknya melalui perentangan lini ( ke pasar bawah, ke pasar atas, atau keduanya) atau pengisian lini; dengan memodernisasi produknya, dengan menonjolkan produk tertentu; dan dengan memangkas produknya untuk menghilangkan yang paling tidak menguntungkan.
  7. Merek sering dijual atau dipasarkan secara patungan dengan mereka lain. Merek ramuan dan merek bersama dapat menambah nilai yang mengendaikan mereka memiliki ekuitas dan dipahami sebagai pencocokan yang memadai.
  8. Banyak produk fisik harus dikemas dan  diberi label. Kemasan yang dirancang dengan baik dapat menciptakan nilai kenyamanan bagi pelanggan dan nilai promosi bagi produsen. Akibatnya, mereka dapat bertindak sebagai “ siaran niaga lima menit “ untuk produk tersebut. Jaminan dan garansi bisa menawarkan jaminan lebih lanjut kepada konsumen.

 

 

PERANAN PEMASARAN DALAM PEREKONOMIAN

—  Seiring dengan sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhannya, ada pihak yang meminta dan ada yang menawarkan.

—  Pada awalnya sejarah bahwa pemasaran dilakukan dengan cara pertukaran barang ( barter) dan terus berkembang menjadi perekonomian dengan menggunakan uang sampai dengan pemasaran yang modern.

—  Motivasi untuk membentuk organisasi adakalanya untuk mewujudkan perbuatan yang besar, untuk mendapatkan keuntungan yang besar, atau untuk memenui kebutuhan yang penting. Untuk mencapai tujuan itu organisasi harus menghimpun dana, mencari tenaga, penyediaan fasilitas produksi atu jasa, dan pasar bagi produknya.

—  Kegagalan sering terjadi karena ketidakmampuan untuk menyediakan atau mengatasi berbagai ambatan tersebut. Kelangsungan hidup dapat dilakukan dengan tiga cara :

—  Kekuatan,baik yang absah atau tidak di gunakan atau menguasai sumber-sumber.

—  Rayuan,yang didpat dengan menghimbau seseorang  atau lebih untuk memberikan sumbangan keuangan secara sukarela.

—  Tukar menukar,dengan menciptakan dan menawarkan barang-barang atau jasa yang mampu untuk menarik dan memenuhi kebutuhan para pembeli.

—  Pemasaran dewasa ini banyak yang tidak berkembang sepenuhnya karena beberapa sebab :

—  Usia pemasaran yang masih muda.

—  Persaingan dalam pemasaran.

—  Hukum kelambanan belajar.

—  Hukum cepat lupa.

A. Usia pemasaran yang masih muda

—                                   Berbagai pendapat tentang usia pemasaran. Ada yang mengatakan bahwa pemasaran sama tuanya dengan umat manusia, malah adayang mengatakan lebi tua dari umat manusia.

—                                  Secara turun-temurun tumbuh-tumbuhan melakukan pertukaran untuk mendapatkan keuntungan secara alamiah.

—  Berbagai sebab suatu perusahaan secara tiba-tiba menemukan pemasaran. Minat pemasaran bisa tumbuh karena salah satu dibawah ini:

—  Merosotnya volume penjualan. Misalnya perusahaan mebel mengalami penurunan volume penjualan.

—  Pertumbuhan yang lamban

—  Pola pembelian yang berubah

—  Persaingan yang semakin meningkat

—  Pengeluaran untuk penjualan terus meningkat

B. Persaingan dalam pemasaran

—         Cepat  atau lambat perusahaan harus memperbaiki kemampuannya untuk mempertahankan dan mengembangkan perusahaannya. Kiblat perusahaan adalah para langganan dan semua fungsi bekerjasama untuk melayani dan memuaskan konsumen.

C. Hukum kelambanan belajar

—                       Pada beberapa perusahaan kesadaran akan arti pentingnya pemasaran tumbu dengan lamban dan tumbuh melalui lima tahap yang berbeda:

—  Pemasaran adalah periklanan, sales promotion dan publisitas.

—  Pemasaran adalah senyum dan keramahan.

—  Pemasaran adalah pembaruan

—  Pemasaran adalah menentukan posisi

—  Pemasaran adalah analisis pasar, perencanaan dan pengawasan.

D. Hukum cepat lupa

—   Walaupun pemasaran telah terorganisir  dan semakin matang,tetapi pimpinan masih harus menghadapi kelupaan asas  pemasaran yang mendasar.  Misalnya pada tahun 1950-1960-an beberapa perusahaan besar di Amerika masuk ke pasar Eropa dengan harapan sukses besar dengan produksi yang maju dan kemampuan besar. Banyak di antaranya yang gagal karena lupa dalil pemasaran.

SISTEM PEMASARAN DAN FALSAFAH PEMASARAN

—  1.  Faktor-faktor dalam sistem pemasaran:

—  Organisasi dalam pemasaran.

—  Sesuatu yang sedang di pasarkan.

—  Pasar  yang dituju.

Pasar  perantara (pedagang, agen).

—  Faktor lingkungan dapat berupa demografi, kondisi perekonomian, faktor sosial dan kebudayaan, kekuatan politik dan hukum,teknologi dan persaingan.

—  Oleh sebab itu sistem pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran, barang dan jasa, idea, orang dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaaan dengan pasarnya.

2.  Analisis sistem pemasaran

—  Exchange system analysis  (analisis sistem pertukaran).

—  Organizational marketing analysis ( analisis pemasaran  organisasional ).

—  Macroenvironment  analysis ( analisis lingkungan makro ).

3.  Analisis sistem pertukaran

—         sesuatu yang bernilai dapat berupa barang, jasa, uang, atau hak milik yang bukan benda (good-will). Transaksi terjadi apabila pertukaran potensial terwujud dalam keyataan. Transaksi ditandai dengan persetujuan antara kedua belah pihak atau lebih baik mengenai penggunaan, milik, atau pemindahan sumber-sumber. Transaksi adalah pertukaran yang asasi.

4. Analisis Pemasaran Organisasional

—                  Pertukaran terjadi antara dua pihak atau lebih. Pertukaran yang terjadi lebih luas disebut sistem pemasaran organisasional. Sistem pemasaran yang sederhana terjadi antara satu organisasi yang melayani satu pasar yang tunggal tanpa perantara, tanpa melibatkan pihak-pihak lain.

Terdapat 4 jalur dalam pemasaran sederhana:

—  Perusahaan memberi barang dan jasa ke pasar.

—  Komunikasi ke pasar.

—  Pasar memberi uang ke perusahaan.

—  Pasar memberi informasi ke perusahaan.

—  Unsur-unsur sistem pemasaran

—  Organsisasi.

—  Tugas Organisasi.

—  Lingkungan persaingan.

—  Lingkungan Publik.

—  Lingkungan Makro.

—  Perencanaan Strategik Dalam Pemasaran

EVOLUSI PERENCANAAN PEMASARAN

—                  Terdapat 4 tahap dalam perencanaan usaha ( business planning) untuk menuju perencanaan yang shophisticated (pintar, jelimet). :

—  Tahap Tanpa Perencanaan.

—  Tahap Sistem Penganggaran.

—  Tahap Perencanaan Tahunan.

—  Tahap Perencanaan Statregis.

2. SIFAT DASAR RENCANA PEMASARAN

Terdapat beberapa jenis rencana yang memerlukan masukan pemasaran :

—  Rencana perusahaan.

—  Rencana divisi.

—  Rencana jajaran produksi.

—  Rencana merek.

—  Rencana produk.

—  Rencana pemasaran.

—  Rencana Produk/ Pemasaran.

—  Rencana fungsional.

3. UNSUR RENCANA PEMASARAN :

—  Rangkuman penatalaksanaan.

—  Analisis situasi.

—  Tujuan dan sasaran.

—  Penegasan strategi.

—  Program kegiatan.

—  Anggaran.

—  Pengawasan.

4. ALOKASI SUMBER DAYA PEMASARAN

—  Persamaan laba dan penjualan.

—  Pendekatan Pengembangan Rencana Pemasaran.

Ada tiga pendekatan yang bisa dilakukan :

—  Perencanaan volume penjualan.

—  Perencanaan target laba.

—  Perencanaan laba optimal.

PASAR DAN PERILAKUNYA

—  Pada dasarnya pasar adalah tempat pertemuan antara penjual dengan pembeli. Atau pasar adalah daerah atau tempat (area) yang di dalamnya terdapat kekuatan-kekuatan permintaan dan penawaran yang saling bertemu untuk membentuk suatu harga.

Faktor utama menunjang terjadinya pasar :

—  Orang dengan segala keinginannya.

—  Daya beli mereka.

—  Tingkah laku dalam pembelian mereka.

4P Dalam Pemasaran

—  Product ( produk); yang menyangkut pemilihan barang atau jasa yang ditawarkan secara tepat.

—  Price (harga); menyangkut penetapan harga jual barang yang sesuai dengan kualitas barang dab dapat dijangkau oleh konsumen.

—  Place (tempat); menyangkut pemilihan cara pendistribusian barang dan jasa sehingga sampai ke tangan konsumen.

—  Promotion (promosi) ; menyangkut pemilihan kebijaksanaan promosi yang tepat, sesuai dengan barang atau jasa yang ditawarkan.

—  Beberapa Macam Pasar

—  Pasar pada hakikatnya dapat dibagi dalam 4 golongan yaitu :

—  Customer market ( pasar konsumsi).

—  Industrial / produser market ( pasar industrial ).

—  Reselier market.

—  Goverment market.

—  Kegiatan Pemasaran

Manajemen pemasaran adalah suatu bagian kegiatan dari perusuhaan yang sangat erat berhubungan dengan situasi pasar. Kegiatan itu terdiri dari :

—  Mengetahui kebutuhan dan minat khusus pasar.

—  Menciptakan dan menjamin adanya produk yang memenuhi kebutuhan pasar.

—  Menciptakan dan memelihara pasar dan produk.

Kegiatan Pemasaran tersebut dapat diperinci sebagai kegiatan-kegiatan :

—  Riset pasar.

—  Manajemen produksi.

—  Penetapan Harga.

—  Promosi.

—  Promosi.

—  Penjualan.

—  Distribusi.

Dalam menuju kesuksesan itu, 2 kelompok rencana pemasaran perlu diperhatikan :

—  Presentasinya ( persembahannya).

—                  Yang termasuk dalam kelompok ini adalah produk itu sendiri, pembungkus (packaging), merk (brand), harga (price), dan jasa-jasa (services).

—  Metode dan mekanismenya.

—                  Yang termasuk dalam hal ini ialah saluran distribusi ( channel of distribustion), personal selling, periklanan ( advertising), promosi ( sales promotion) dan publisitas ( publicity).

SEGMENTASI PASAR DAN PENENTUAN PASAR SASARAN

—  Pengertian Segmen Pasar

—                                  Apabila suatu pasar dari suatu produk terdiri dari banyak pembelu, maka hal itu lebih cocok untuk dikelompokkan. Di sini dibagi menurut kelompok pembeli atau konsumen.

—  Segmentasi ( pengelompokkan )pasar  adalah pembagian daripada pasar secara keseluruhan ke dalam kelompok-kelompok  untuk penyesuaian yang lebih tepat dan konkret dari suatu produk, sesuai dengan keinginan, kebutuhan serta karakteristik konsumen.

Pola Dasar Segmentasi Pasar :

—                  Pada garis besarnya kita mengenal 3 (tiga) pola dasar untuk mengelompokkan pasar yaitu :

—  Geographic  Segmentation.

—  Demographic Segmentation.

—  Pschographic.

Memilih Strategi Sasaran Pemasaran:

1. Sumber – Sumber Perusahaan.

—                  Apabila sumber-sumber yang dimiliki oleh perusahaan terbatas untuk melayani pasar, satu-satunya pilihan yang tepat adalah pemasaran terpusat

2. Keterbasamaan produk ( homogenitas produk ).

—                  Pemasaran serbasama lebih tepat untuk produk-produk yang serbasama pula, misalnya jeruk atau baja.

3. Tingkat produksi dalam daur hidup.

—                  Suatu barang baru diperkenalkan, satu atau beberapa macam, strategi yang cocok adalah pemasaran yang serba-sama.

4. Keterbatasan pasaran ( homogenitas).

—                  Kalau konsumen mempunyai selera sama, membeli dengan jumlah yang sama tiap waktu, dan mempunyai reaksi yang sama terhadap usaha  pemasaran, maka strategi yang tepat adalah pemasaran serbasama.

5. Siasat pemasaran bersaing.

—                  Kalu pesaing aktif mengadakan segmentasi, sukar bagi perusahaan bersaing melalui pemasaran serbasama, Sebaliknya jika pesaing pemasaran serbasama, maka perusahaan akan berhasil dengan segmentasi aktif jika faktor-faktor lain mendukungnya.

Analisis Peluang Pasar Dan Peramalannya

  1. Analisis Peluang Pasar

Ada beberapa alasan mengapa analisis peluang pasar harus dilakukan terlebih dahulu suatu perusahaan :

1)      Seringkali suatu perusahaan dalam memulai usahanya belum mengetahui kesempatan pasar yang baik. Artinya perusahaan mempunyai tujuan di mulai dengan suatu kesempatan.

2)      Suatu perusahaan sulit menyebutkan apa yang seharusnya dibutuhkan karena tidak jelas tujuan perusahaan. Padahal disisi lain perusahaan mengetahui adanya kesempatan yang baik.

3)      Bila kesempatan berubah, kadang-kadang perusahaan mengubah pula tujuannya.

4)      Tersedia atau tidaknya sumber-sumber dalam perusahaan, yang dapat lebih unggul dari pesaing seperti dapat menekan biaya lebih rendah, harga lebih rendah, mutu yang lebih baik dan sebagainya.

—  Untuk memutuskan peluang pasar yang mana yang akan dikejar di masa yang akan datang, suatu perusahaan perlu memperkirakan peluang pasar. Terdapat dua macam peluang pasar :

  1. Peluang pasar absolut.
  2. Peluang Pasar Absolut
  1. Peluang pasar absolut

Peluang pasar absolut adalah permintaan potensial maksimum. Terdiri dari dua faktor yaitu jumlah pemakai potensial dan tingkat pembelian. Pada pasar tertentu peluang absolut adalah jumlah rupia atau jumlah unit yang dijual.

—  B. Peluang Pasar Relatif

Peluang pasar relatif merupakan persentase penyebaran peluang pasar di antara berbagai bagian pasar, misalnya kelompok daerah pemasaran, kelompok pelanggan. Peluang pasar relatif digunakan untuk alokasi sumber daya secara efisien :

  1. Alokasi pengeluaran iklan.
  2. Alokasi salesman di berbagai wilayah daerah.
  3. Menempatkan fasilitas.

—  Untuk mengukur peluang pasar relatif dilakukan dengan beberapa pendekatan :

  1. Pendekatan faktor akibat tunggal.
  2. Pendekatan faktor akibat ganda.

—  SISTEM INFORMASI PEMASARAN DAN RISET PEMASARAN

  1. Pengertian Sistem Informasi Pemasaran

Pada mulanya dan perkembangan sejarah bahwa informasi kurang diperhatikan oleh suatu perusahaan. Padahal mengelola suatu bisnis secara baik adalah mengelola masa depannya; dan mengelola masa depan adalah mengelola informasi. Seringkali pimpinan perusahaan tidak merasa puas dengan informasi pemasarannya, antara lain keluhan-keluhan itu adalah:

  1. Informasi pemasaran yang diperoleh banyak yang tidak tepat.
  2. Informasi pemasaran yang benar diperoleh tidak terlalu sedikit.
  3. Informasi pemasaran adanya tersebar sehingga untuk mengumpulkan informasi itu dilakukan dengan usaha yang besar
  4. Informasi pemasaran seringkali datangnya terlambat sehingga tidak dapat dimanfaatkan.
  5. Informasi pemasaran yang benar seringkali disembunyikan oleh bawahan apabila hal itu tidak menguntungkannya.

—  Kebutuhan informasi pemasaran sangatlah penting daripada waktu maupun masa lalu. Terdapat 3 kecenderungan :

—  Perubahan pemasaran lokal menjadi pemasaran wilayah, nasional maupun internatinal. Oleh karena produk perusahaan berada jauh di daerah konsumen ( wilayah, nasional dan internasional) maka dalam mengambil keputusan perusahaan haruslah berdasarkan informasi tangan kedua.

—  Beralihnya dari kebutuhan pembeli menjadi keinginan pembeli. Oleh karena tingkat kemakmuran masyarakat semakin tinggi dan kebutuhan-kebutuhan terpenuhi secara meningkat pula. Membeli adalah keinginan pribadi, dan para penjual harus mengerti keinginan apa saja dari pembeli baik yang dapat dilihat maupun yang tidak dapat dilihat secara nyata.

—  Peralihan dari persaingan harga ke persaingan bukan harga. Persaingan dalam bentuk merek, diferensiasi produk, iklan dan informasi penjualan diperlukan informasi dalam jumlah besar untuk kegiatan tersebut baik alat-alat pemasaran dan pasaran-pasarannya.

—  Lingkungan memberikan bahan-bahan terhadap pemasaran. Lingkungan tersebut dapat berupa :

  1. Lingkungan makro
  • Demografi
  • Ekonomi
  • Sumber alam
  • Teknologi
  • Hukum dan Politik
  1. Lingkungan tugas.
  2. Pembeli
  3. Pesaing/ penyokong

Terdapat beberapa komponen utama dalam sistem informasi pemasaran seperti:

—  Sistem akuntansi intern.

—  Sistem penyelidikan pemasaran.

—  Sistem pemasaran.

—  Sistem ilmu manajemen pemasaran.

—  Sistem Akuntansi Intern

—  Sistem akuntansi intern merupakan sistem yang membuat laporan mengenai pesanan, penjualan, tingkat inventaris, piutang, utang dan lain – lain.

—  Pada dasarnya sistem akuntansi merupakan siklus : pesanan – pengiriman – pembayaran. Pesanan dilakukan oleh salesman, agen, pedagang, dan pelanggan kepada perusahaan.

Untuk mempercepat waktu pelaporan penjualan dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya :

—  Manajer penjualan membuat laporan harian untuk tiap daerah penjualan (teletype).

—  Penerimaan gambar ( vidio – disply), dimana pejabat pemasaran telah mengetahui angka penjualan dalam beberapa detik saja setela penjualan dilakukan.

—  Jawaban on the spot ( di tempat ).

—  Rancangan suatu informasi penjualan yang lebih maju sebaiknya perusahaan dengan menghindari perangkap –perangkap tertentu:

—  Memberikan atau menyerahkan terlalu banyak informasi kepada pejabat pemasaran, karena wakil –wakil penjualan tidak setiap pagi selalu menghadapi statistik penjualan, ia juga banyak mengurusi yang lain.

—  Pejabat pemasaran menciptakan sestem informasi yang sangat baru.

—  Biaya penyediaan informasi bisa akan melebihi nilainya.

—  Oleh Sebab Itulah sistem informasi pemasaran perusahaan harus memberikan gambaran antara campuran :

—  Apa yang mereka butuhkan menurut pikiran pejabat.

—  Apa yang benar – benar dibutuhkan pejabat.

—  Apa yang mungkin dikerjakan secara ekonomis.

Sistem Penyelidikan Pemasaran

—  Sistem akuntansi intern memberikan data akibat-akibat, sedangkan sistem penyelidikan pemasaran memberikan data kejadian-kejadian yang dapat digunakan oleh pejabat pemasaran. Sistem penyelidikan pemasaran dapat diartikan bagaimana cara pejabat perusahaan secara up-to-date diberitahukan mengenai keadaan yang berubah-ubah baik dilingkungan makro maupun lingkungan tugas pekerjaan.

—  Adapun penyelidikan/ pengamatan lingkungan itu adalah sebagai berikut:

—  Pengamatan tidak terarah; informasi diperoleh tanpa secara khusus dipikirkan oleh pengamat.

—  Pengamat bersyarat; penyingkapan terarah tetapi tidak dilakukan penyelidikan secara aktif.

—  Penyelidikan tidak formal; dalam memperoleh informasi khusus dilakukan dengan usaha terbatas dan tidak teratur.

—  Penyelidikan formal; suatu usaha dengan mengikuti suatu rencana, prosedur dan metode yang telah disusun terlebih dahulu untuk memperoleh informasi khusus.

—  Untuk meningkatan kegiatan pengumpulan bahan-bahan penyelidikan perusahaan dapat melakukan beberapa tindakan sebagai berikut :

  1. Melatih tenaga penjual.
  2. Menggunakan sumber-sumber penyelidikan tambahan.
  3. Membeli informasi pada perusahaan-perusahaan jasa yang bergerak khusus di bidang riset pasar.

—  Beberapa cara untuk mengetahui kegiatan atau pesaing:

  1. Menilai atau membeli produk pesaing.
  2. Menghadiri pameran dagang.
  3. Membaca laporan –laporan pesaing yang diumumkan dan menghadiri rapat-rapat pemegang saham.
  4. Melakukan pembicaraan dengan bekas karyawan pesaing atau karyawan pesaing sekarang.
  5. Menyewa biro saja yang mempunyai keterangan informasi yang diperlukan.
  6. Membaca koran-koran asosiasi perdagangan dan lain-lain.

—  Kegunaan bahan-bahan penyelidikan yang dikumpulkan tergantung pada :

  1. Ketelitian.
  2. Kemampuan memperbaiki.
  3. Kecepatan bergerak.
  4. Tingkat  manjemen, dan
  5. Tempat hasil penyelidikan itu digunakan.

—  Dalam usaha meningkatkan cara pembuatan dan penyebaran penyelidikan pemasaran menawarkan jasa :

  1. Penelitian penyelidikan.
  2. Ringkasan/ abstraksi penyelidikan.
  3. Penyebaran.
  4. Penyimpanan dan perbaikan.
  5. Informasi lama yang tidak berguna dapat dibuang, informasi yang masih berguna tetap disimpan atau jumlanya dapat dibatasi.

SISTEM RISET PEMASARAN

—  Untuk kebutuhan studi khusus mengenai permasalahan daerah dan peluang pejabat pemasaran memerlukan untuk diadakan riset pemasaran. Melakukan suatu survei pasar, pengujian preferensi-produk, ramalan penjualan tiap daerah maupun tentang kemampuan iklan.

—  Dalam studi ini diperlukan tenaga ahli khusus peneliti, yang mampu menerapkan contoh-contoh, membuat daftar pertanyaan, pelaksanaan tugas pekerjaan. Bagian ini seringkali berada pada departemen riset pemasaran dalam perusahaa.

—  Ada 3 golongan/ kategori riset Pemasaran

  1. Perusahaan riset pemasaran penuh.
  2. Perusahaan riset pemasaran khusus.
  3. Perusahaan sindikat yang menjual informasi.

—  Riset Pemasaran yang efektif pada umunya melalui 5 langkah sebagai berikut :

  1. Perumusan masalah.
  2. Pola riset.
  3. Kerja lapangan.
  4. Analisis data.
  5. Persentasi dan pelaopran.

—  Pada pola riset si manajer riset berhadapan dengan pilihan antara banyak cara pengumpulan informasi untuk memuaskan tujuan riset. Terdapat 3 pola riset yaitu :

  1. Metode pengumuman data.
  2. Alat perkakas riset.
  3. Rencana sampling.

—  Pengumpulan Data

—  Seringkali data bersumber pada data primer dan data sekunder . Yang paling mudah adalah dengan data sekunder, karena data sekunder mungkin didapat pada kantor-kantor periklanan, gabungan usaha-usaha perdagangan, publikasi-publikasi pemerintah komersial. Apabila data sekunder tidak memuaskan barulah diusahakan data primer.

—  Data ini dikumpulkan dari pelanggan, perantara pedagang maupun agen, penjual, pesaing atau sumber informasi lainnya.

—  Terdapat 3 metode pengumpulan data primer :

  1. Observasi

Dilakukan dengan mengamati faktor-faktor yang relevan. Misalnya mengamati gerak –gerik pembeli data toko besar, jumlah pembeli yang berhenti di depan etalase tertentu, gerakan-gerakan mata pembeli di depan etalase.

  1. Percobaan

Pemasukan rangsangan pilihan ke dalam lingkungan yang diamati dan mengubahnya secara sistematis.

  1. Riset Survei

Survei mengasilkan informasi yang lebih banyak dan lebih efektif dari obervasi maupun percobaan.

—  Alat Perkakas Riset

—  Alat yang dipergunakan biasanya tergantung pada metode yang digunakan. Metode observasi menggunakan alat perekam, kamera, lembaran catatan.

—  Metode percobaan menggunakan instrumen-instrumen serupa jika tugas di bebankan  pada yang bersangkutan. Sedangkan metode survei dan juga metode percobaan ada tergantung pada daftar pertanyaan.

—  Untuk mendapatkan informasi yang baik maka dalam membuat daftar pertanyaan haruslah baik pula :

  1. Jenis pertanyaan yang diajukan.
  2. Bentuk dan cara mengajukan pertanyaan.
  3. Pilihan kata-kata.

—  Rencana Sampling

—  Untuk membuat rencana sampling harus dapat menjawab dari empat pertanyaan sebagai berikut :

  1. Siapa yang akan disurvei ( sampling unit) ?
  2. Berapa jumlah yang harus diteliti ( sample size) ?
  3. Bagaimana cara mencapai menyeleksi ( sampling prosedure) ?
  4. Bagaimana cara mencapai rencana percontohan ( sampling media) ?

—  Beberapa Kesulitan KerjaLapang :

  1. Bila mendapat rumah kosong.
  2. Tidak bersedia bekerjasama.
  3. Kemencengan (bias) dari responden.
  4. Kemencengan (bias) dari pewawancara.

—  Langkah  keempat dalam prosedur pemasaran adalah analisis data. Proses dalam menganalisis data:

  1.  Menghitung rata-rata dan dispersinya.
  2. Mengatur daftar data untuk mengetahui hubungannya.
  3. Mengukur koefisien korelasi.
  4. Menggunakan teknik-teknik statistik bervariasi ganda untuk mengetahui hubungan-hubungan penting.

—  Beberapa Ciri Riset Pemasaran Yang Baik yaitu :

  1. Metode ilmiah.
  2. Kreativitas riset.
  3. Metode berganda.
  4. Ketidaktergantungan.
  5. Nilai dan biaya informasi.

—  SISTEM ILMU PENGETAHUAN MANAJEMEN PEMASARAN

—  Para ahli manajemen sering membuat model disebut builders ( pembangunan – pembangunan model ) oleh karena model merupakan suatu konsep utama yang menentukan di bidangnya.

—  Model adalah spesifikasi dari serangkaian variabel dan penghubung antar variabel itu, yang direncanakan untuk menggambarkan suatu sistem atau proses yang sungguh-sungguh, dalam keseluruhan atau dalam bagian-bagian.

—  Untuk mempengaruhi tanggapan para pembeli, perusahaan membuat pengertian serta model keputusan pada berbagai lapangan seperti pengembangan produk, harga bersaing, seleksi media, anggaran iklan, alokasi waktu dan sebagainya.

—  Penggolongan Model dapat dibuat sebagai berikut :

  1. Model deskriptif, terdiri dari :
  1. Model macro.
  2. Model microanalitik.
  3. Model microbehavioral.
  1. Model keputusan, terdiri dari :
  1. Model optimization.
  2. Model heuristic.
  1. Model verbal
  2. Model grafis, terdiri dari :
  1. Model arus logika.
  2. Model perencanaan jaringan.
  3. Model kausal.
  4. Model bebas putusan.
  5. Model hubungan fungsinal.
  1. Model matematika, terdiri dari :
  1. Model linear vs non linear.
  2. Model statis vs. Dinamis
  3. Model deterministic vs. Stochastic.

—  Kebijaksanaan Pemasaran

—  Pada umumnya pada kbijaksanaan pemasaran dikenal ada 4 kebijaksanaan pokok yang biasa disebut dengan 4 P:

  1. Product (Produk)
  2. Price ( Harga)
  3. Place ( Tempat)
  4. Promotion ( Promosi)

—  Konsep Dasar Produk

—  Apakah Produk  itu

Pengertian produk secara mudah dapat dipahami tetapi agak sulit dirumuskan secara pasti. Di dalam kata produk itu terkandung pengertian yang mencakup segi fisik dan hal-hal yang lebih ditentukan oleh konsumen seperti masalah jasa yang menyertainya, masalah psikologis seperti kepuasan pemakaian , simbol status, segi artistik dan lain sebagainya.

—  Untuk mengenali variasi produk tersebut dibedakan beberapa pengertian :

  1. Product Item : Macam produk tertentu yang mempunyai fungsi sendiri-sendiri dalam daftar penjualan.
  2. Product Line : Sekelompok produk yang berhubungan erat satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan tertentu, dipakai secara bersama-sama dijual pada kelas konsumen yang sama, disalurkan melaui saluran distribusi tertentu atau masuk kelas harga tertentu.
  3. Product Mix : Komposisi dari produk yang dibuat dan atau dijual ( diperdagangkan oleh suatu perusahaan.

—  Organisasi Pemasaran

  1. Evolusi Perusahaan Pemasaran

Organisasi pemasaran pertama kali muncul pada fungsi manajemen pemasaran perusahaan-perusahaan produksi. Industri-industri jasa seperti perbankan dan asuransi, organisasi-organisasi besar yang tidak mengambil untung seperti organisasi pemeliharaan kesehatan, angkatan bersenjata, organisasi kependidikan melakukan organisasi pemasaran. Perusahaan pemasaran modern berasal dari hasil evolusi yang berlangsung sangat lama yang dimulai sangat sederhana. Berkembang melalui 5 tahap:

  • Departemen penjualan yang sederhana.
  • Departemen penjualan dengan fungsi pembantu.
  • Departemen pemasaran yang terpisah.
  • Departemen pemasaran modern.
  • Perusahaan pemasaran yang modern.

a. Departemen penjualan yang sederhana

Terdapat 3 fungsi sederhana dalam suatu perusahaan :

(1)    Mengumpulkan dan mengelola keuangan,

(2)    Yang menghasilkan barang atau jasa,

(3)    Untuk di jual

b. Departemen penjualan dengan fungsi pembantu

Perkembangan perusahaan membutuhkan riset pemasaran, iklan, pelayanan yang lebih baik dan memerlukan penelitian. Oleh sebab itu manajer penjualan mempekerjakan tenaga-tenaga ahli yang bertanggung jawab kepadanya.

c. Departemen pemasaran yang terpisah

Perusahaan terus berkembang dan meningkat yang berarti kegiatan pemasaran lainnya seperti riset pemasaran, periklanan, pelayanan, pembinaan produk yang semuanya berhubungan dengan fungsi penjualan.

d. Departemen pemasaran modern

Perusahaan yang terus berkembang dapat menimbulkan persaingan yang hebat antara Direktur Pemasaran dengan Manajer Penjualan dan timbul saling kecurigaan.

—  Dalam hal ini Direktur Pemasaran mempunyai hak :

  1. Berusaha mendapatkan kekuasaan atas semua fungsi terhadap langganan.
  2. Cenderung berorientasi jangka panjang.
  3. Pada umumnya mempunyai pegawai yang lebih muda, terdidik tapi kurang pengalaman dalam bidang penjualan.

—  Sedangkan Manajer Penjualan :

  1. Menyangka ada komplotan yang berusaha membuat bidang penjualan tidak penting
  2. Hanya mempunyai orientasi jangka pendek
  3. Mempunyai pegawai yang kurang pendidikan, tetapi lebih praktis dan bisa bergaul.

—  Oleh karena ada persaingan dan saling kecurigaan  antara Direktur Pemasaran Penjualan. Direktur Utama ( pemimpin puncak) dapat melakukan:

  1. Membubarkan jabatan Direktur Pemasaran dan tugas-tugasnya ditempatkan di bawah Direktur Penjualan.
  2. Menugaskan Direktur Eksekutif menyelesaikan perselisihan yang terjadi.
  3. Direktur Pemasaran bertanggung jawab termasuk atas staf penjualan.

—  Organisasi Departemen Pemasaran Modern.

Pada dasarnya organisasi pemasaran menyesuaikan diri dengan ukuran dasar pemasaran yaitu :

a)      Fungsi.

b)      Geografis.

c)       Produk-produk.

d)      Pasar-pasar pemakai terakhir.

—  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Organisasi Pemasaran

—  Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas organisasi pemasaran antara lain :

  1. Strategi Perusahaan.
  2. Kebutuhan pelanggan segmen target.
  3. Filosofi manajemen dan sumber daya.

—  Tujuan utama dari organisasi adalah membantu pelaksanaan strategi perusahaan. Oleh sebab itu setiap tipe bentuk struktural akan sangat tepat dalam situasi strategi tertentu.

—  PENGENDALIAN PEMASARAN

—  Hal ini terjadi karena perubahan-perubahan seperti :

  1. Perubahan pada kesediaan dan daya beli pelanggan.
  2. Perubahan tindakan pesaing.
  3. Perubahan faktor-faktor lingkungan.
  4. Kemampuan manajer dalam menentukan berapa produktifnya program pemasaran mempengaruhi penjualan walaupun tidak ada pengaruh pesaing dan perubahan lingkungan.

—  Pada dasarnya ada 3 tahapan dalam pengendalian yang dapat dilakukan oleh manajemen :

  1. Mengetahui apa yang terjadi. Berdasarkan fakta yang diperoleh, manajemen dapat membandingkan antara hasil nyata dengan rencananya, sehingga dapat dilihat apakah ada penyimpangan yang terjadi.
  2. Mengetahui mengapa hai itu terjadi. Alasan-alasan apa saja yang menyebabkan tercapainya hasil yang telah ada.
  3. Menentukan tindak lanjut. Untuk memperbaiki kondisi yang kurang baik dapat dibuat tindakan berupa rencana program untuk masa yang akan datang.

—  Pada umumnya para manajer melakukan dua macam pendekatan untuk melakukan pengendalian :

  1. Pengendalian Pasca Tindakan.
  2. Pengendalian penyesuaian ( Steering Control).

—  Dalam melakukan pendekatan pengendalian penyesuaian dapat mengambil lagkah-langkah berikut :

  1. Memilih ukuran prestasi.
  2. Membandingkan prestasi nyata dengan rencana.
  3. Merinci tingkat penyimpangan yang dapat diterima.
  4. Mengenali implikasi penyimpangan.
  5. Mengubah rencana diarahkan pada sasaran.
  6. Prestasi dari program pemasaran

—  PEMASARAN KHUSUS

—  Pada bagian  ini akan membahas beberapa pemasaran yang bersifat khusus sebagai kelengkapan dari pembahasan mengenai pemasaran produk-produk di dalam negeri oleh perusahaaan-perusahaan yang mencari laba. Adapun yang dibahas ini untuk pemasaran-pemasaran sebagai berikut:

  1. Pemasaran Jasa.
  2. Pemasaran pada organisasi nirlaba.
  3. Pemasaran di bidang pertanian.
  4. Pemasaran industrial.
  5. Pemasaran internasional.

—  Pengertian Jasa

—  Jasa adalah kegiatan yang dapat didentifikasikan secara tersendiri, pada hakikatnya bersifat tidak teraba, untuk memenuhi kebutuhan dan tidak harus terikat pada penjualan produk atau jasa lain.

—  Ciri-ciri jasa :

Sifat khas dari jasa memberikan berbagai ciri yang dapat membedakannya dengan barang, yakni :

  1. Maya atau tidak teraba ( intangibility).
  2. Tak terpisahkan ( inseparability).
  3. Heterogenitas.
  4. Cepat hilang (perishability) dan permintaan yang berfluktuasi.

—  Pemasaran Pada Organisasi Nirlaba

—  Pada dasarnya pemasaran organisasi nirlaba adalah sama dengan organisasi bisnis. Organisasi nirlaba ( amal) juga membangun program pemasaran  yang harganya dibuat secara tepat, dipromosikan dan distribusi untuk memenuhi kebutuhan.

—  Tipe organisasi nirlaba

Banyak sekali tipe organisasi nirlaba, yang berikut ini disebutkan sebagai contoh saja :

1. Pendidikan  ( sekolah dasar, sekolah menengah, akademi dan universitas).

2. Kebudayaan ( museum, kebun binatang, orkes simponi, opera dan teater).

3. Keagamaan (masjid, gereja, kuil ).

4. Amal dan kemanusiaan ( grup-grup kesejahteraan seperti bala keselamatan, Palang Merah, badan penelitian, grup pengumpulan dana).

5. Tujuan sosial ( social cause). Organisasi yang berurusan dengan keluarga berencana, hak asasi manusia, gerakan penghentian merokok, grup jantung sehat, keprihatinan tentang lingkungan.

6. Sosial (organisasi persaudaraan, klub kemasyarakatan).

7. Perawatan kesehatan ( rumah sakit, rumah perawatan orang jempo, organisasi penelitian kesehatan).

8. Politik (partai politik, politikus individual).

—  Kebijaksanaan Pemasaran Jasa

—  Ciri tidak terabanya jasa menimbulkan tantangan yang hebat bagi penjual jasa dibandingkan dengan pemasaran barang :

  1. Kebijaksanaan produk jasa.
  2. Penetapan harga jasa.
  3. Saluran Distibusi.
  4. Mempromosikan Jasa.

—  Ciri-ciri Nirlaba

—  Organisasi nirlab terlihat dalam dua kelompok dalam usaha pemasarannya.

  1. Penyumbang
  2. Klient ( client)

—  Kebijaksanaan Pemasaran Organisasi Nirlaba

—  Faktor yang mendorong agar organisasi nirlaba harus dipasarkan dengan beberapa alasan :

  1. Pengaruh inflasi yang berkelanjutan tahun 1979 dan 1980, serta keadaan depresi ekonomi dunia.
  2. Orang banyak mengurangi sumbangan pada organisasi nirlaba.
  3. Tenaga kerja wanita (TKW) dahulunya bersifat sukarela (tidak digaji), tetapi lama kelamaan wanita itu terserap sebagai angkatan kerja yang mendapatkan gaji.

—  PEMASARAN DI BIDANG PERTANIAN

a)      Pengertian Bidang Pertanian

Seringkali bidang pertanian dibedakan antara pertanian dalam arti sempit dan dalam arti luas

—                  Pertanian dalam arti luas meliputi :

  1. Pertanian rakyat atau disebut pertanian dalam arti sempit.
  2. Perkebunan ( perkebunan rakyat dan perkebunan besar).
  3. Kehutanan.
  4. Peternakan.
  5. Perikanan ( perikanan darat dan perikanan laut ).

—  Pembedaan ini sebetulnya kurang tepat dan sering menimbulkan kesulitan. Misalnya perkebunan rakyat secara ekonomis dapat disamakan dengan pertanian rakyat karena perbedaannya hanya terletak pada macam komoditi atau hasilnya saja, berupa tanaman bahan makanan untuk rakyat dan tanaman perdagangan untuk ekspor dari perkebunan rakyat.

b)      Kebijaksanaan pemasaran bidang pertanian :

  1. Kebijaksanaan produk
  2. Kebijaksanaan harga
  3. Kebijaksanaan saluran distribusi
  4. Kebijaksanaan promosi

—  Pemasaran Industrial

—  Pengertian produk industri

Produk industri adalah barang yang dibeli untuk diproses lagi atau untuk kepentingan dalam industri. Yang membeli barang ini adalah perusahaan, lembaga, organisasi ( termasuk organisasi nirlaba).

—  Tipe barang industri

—  Barang industri dibedakan dalam 5 tipe yaitu:

  1. Bahan mentah.
  2. Bahan dan peralatan buatan.
  3. Perlengkapan operasi.
  4. Instalasi.
  5. Peralatan ekstra.

—  Kebijaksanaan pemasaran industrial

—  Pemasaran peralatan ekstra. Dalam beberapa kasus dilakukan penjualan langsung kepada pemakai untuk jumlah yang relatif tinggi, karena harga perunit tinggi, saluran langsung adalah tepat atau menguntungkan:

  1. Pasar tersebar di berbagai daerah (geografis).
  2. Konsumen beragam.
  3. Pembeli perseorangan relatif kecil

—  Sifat Permintaan Pasar Industrial

—  Terdapat permintaan pasar industrial :

  1. Permintaan terikat pada permintaan yang lain.
  2. Permintaan tidak elastis.
  3. Permintaan berubah dengan cepat.
  4. Seluk beluk pasar sudah diketahui.

—  PEMASARAN INTERNASIONAL

—  Pengertian pemasaran internasional

Bila suatu bangsa berkembang, perdagangan akan berkembang jga. Tiap  negara melakukan perdagangan sampai batas tertentu karena hidup dalam dunia yang saling tergantung. Peluang di luar negeri menuntut perusahaan-perusahaan untuk beroperasi ke seluruh dunia.

—  Kesempatan untuk memasuki pasar internasional dapat berupa :

  1. Ekspor.
  2. Lisensi.
  3. Kontrak pabrik.
  4. Kontrak manajemen.
  5. Perusahaan patungan.
  6. Anak-anak perusahaan.

—  Kebijaksanaan pemasaran internasional

—  Beberapa alternatif strategi untuk menyesuaikan produk dengan pesan komunikasinya (promosi) untuk pemasaran luar negeri:

  1. Satu produk, satu pesan – untuk seluruh dunia.
  2. Produk sama dengan pesan komunikasi berbeda.
  3. Penyesuaian produk, perluasan komunikasi.
  4. Penyesuaian ganda.
  5. Penciptaan produk.

—  Kebijaksanaan Harga

—  Penetapan harga pada pemasaran internasional seringkali terdapat beberapa cara :

  1. Cost Plus
  2. Dumping
  3. Harga Penawaran

—  Kebijaksanaan Saluran Distribusi

—  Terdapat 4 kelompok perantara yang beroperasi dalam pemasaran internasional :

  1. Perantara pedagang luar negeri bangsa sendiri.
  2. Perantara pedagang luar negeri berdomisili di luar negri.
  3. Pedagang besar dan pengecer yang beroperasi pada pasaran luar negeri.
  4. Cabang dan kantor penjualan yang berkedudukan di luar negeri.

—  Dalam Pemasaran luar negeri terdapat dua pilihan apakah menggunakan saluran langsung atau tidak. Seringkali keputusan lebih menyukai pemakai perantara ( tidak langsung ) karena beberapa alasan :

  1. Permintaan terlalu kecil sehingga tidak efisien pendirian kantor atau cabang penjualan.
  2. Pada negara asing, pengetauan keadaan pasar lebih penting dari pengetahuan produk, walaupun produk berteknologi tinggi.
  3. Perantara luar negeri biasa melakukan pengiklanan luas dan menyediakan bahan pameran di tempat perantara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: