PENGANTAR BISNIS

 

BAB I.

MANAJEMEN

Fungsi manajemen terdiri dari lima aktivitas dasar: perencanaan, pengorganisasian, memotivasi, penyusunan staf, dan pengawasan.

Perencanaan

Perencanaan adalah proses yang dengannya seseorang dapat menentukan apakah akan mencapai tujuan  yang diinginkan, dan bersiap untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tidak terduga dengan sumber daya yang ada.

TABEL Fungsi Dasar Manajemen

FUNGSI                                             URAIAN                                    

Perencanaan: Perencanaan terdiri dari semua aktivitas manajerial yang berkaitan dengan persiapan menghadapi masa depan. Kegiatan-kegiatan khusus termasuk meramalkan, menetapkan strategi, dan menembangkan kebijakan. #TAHAP TERPENTING DALAM PROSES MANAJEMEN STATEGIS: Perumusan Strategi

Pengorganisasian: Pengorganisasian termasuksemua aktivitas yang menghasilkan struktur tugas dan hubungan wewenang. Bidang spesifik termasuk desain organisasi, spesialisasi pekerjaan, uraian pekerjaan,rentang kendali, kesatuan komando, koordinasi, desain pekerjaan,  dan analisis pekerjaan. #TAHAP TERPENTING DALAM PROSES MANAJEMEN STATEGIS: Pelaksanaan Strategi.

Memotivasi: Memotivasi mencangkup usaha-usaha yang di arahkan untuk membentuk tingkah lakumanusia. Topik spesifik termasuk kepemimipinan, komunikasi, kelompok kerja, modifikasi tingkah laku, pendelegasian wewenang, pengayaan pekerjaan, kepuasan bekerja, pemenuhan kebutuhan, perubahan organisasi, moral karyawan, dan moral manajerial. #TAHAP TERPENTING DALAM PROSES MANAJEMEN STATEGIS: Pelaksanaan Strategi.

 

Penyusunan staf: Aktivitas penyusunan  staf berpusat pada manajemen personalia atau sumber daya manusia. Termasuk dalam hal ini adalah administrasi upah dan gaji, tunjangan karyawan, wawancara, penerimaan, pemecatan, dan pelatihan karyawan, pengembangan manajemen, keselamatan karyawan, tindakan tegas, peluang bekerja sama, hubungan serikat buruh, pengembangan karier, riset personalia, kebijakan disiplin, prosedur menyatakan keluhan, dan hubungan masyarakat. #TAHAP TERPENTING DALAM PROSES MANAJEMEN STATEGIS: Pelaksanaan Strategi.

 

Pengawasan: Pengawasan merujuk pada semua aktivitas manajerial yang diarahkan untuk memastikan hasil yang didapat konsisten dengan hasil yang direncanakan. Bidang kunci yang diperlihatkan termasuk pengawasan mutu, pengawasan keuangan, pengawasan inventaris, pengawasan biaya, analisis variansi, imbalan, dan sanksi. #TAHAP TERPENTING DALAM PROSES MANAJEMEN STATEGIS: Evaluasi Strategi.

Pengorganisasian

Tujuan dari pengorganisasian adalah mencapai usaha secara terkoordinasi menetapkan hubungan antara tugas dan wewenang.

Fungsi pengorganisasian dalam manajemen terbagi menjadi 3 aktivitas yang berurutan:

Membagi-bagi tugas menjadi pekerjaan yang lebih sempit (spesialisasi pekerjaan), menggabungkan pekerjaan untuk membentuk departemen (departemen mentalisasi), mendelegasikan wewenang.

Memotivasi

Memotivasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses mempengaruhi orang mencapai sasaran tertentu. Motivasi merupakan alasan mengapa ada orang bekerja keras dan yang lain tidak. Fungsi  pemotivasian manajemen mencangkup paling sedikit empat aspek utama, yaitu kepemimpinan, dinamika kelompok, komunikasi, dan perubahan organisasi.

Penyusunan staf

Fungsi penyusunan staf dalam manajemen juga disebut manajemen personalia atau manajemen sumber daya manusia. Didalamnya termasuk semua aktivitas seperti merekrut, mewawancara, mengevaluasi, memberi imbalan, mendisiplinkan, mempromosikan, memindahkan, menurunkan pangkat, dan mengeluarkan karyawan, serta menjaga hubungan dengan serikat buruh.

Pengawasan

Fungsi pengawasan termasuk semua aktivitas yang dilakukan untuk memasarkan bahwa pelaksanaan operasi sesuai dengan yang direncanakan. Fungsi pengawasan manajemen sangat penting agar evaluasi strategi dilakukan secara efektif. Pengawasan terdiri dari empat langkah dasar, yaitu:

1.Menetapkan standar prestasi(kinerja).

2.Mengukur prestasi individu dan organisasi.

3.Membandingkan prestasi sesungguhnya dengan standar prestasi yang

ditetapkan.

4.Melakukan tindakan korektif.

 

BAB II.

PEMASARAN

Pemasaran dapat digambarkan sebagai proses menetapkan, mengantisipasi, menciptakan, serta memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan akan produk atau jasa. Terdapat tujuh dasar fungsi pemasarn: (1) analisis pelanggan, (2) menjual produk jasa, (3) merencanakan produk dan jasa, (4) menetapkan harga, (5) distribusi, (6) riset pemasaran, dan (7) analisis peluang. Memahami fungsi-fungsi ini membantu perencana strategi mengindentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan pemasaran.

Analisis Pelanggan

Analisis pelanggan adalah meneliti dan mengevaluasi kebutuhan, kemauan, serta keinginan pelanggan dengan melibatkan sejumlah kegiatan seperti survei pelanggan, analisis informasi konsumen, evaluasi strategi posisi pasar, mengembangkan profil prelanggan, dan menetapkan strategi segmentasi pasar yang optimal.

Menjual Produk/ Jasa

Implementasi strategi yang sukses umumnya tergantung pada sebuah organisasi untuk menjual produk atau jasanya. Menjual terdiri dari berbagai aktivitas pemasaran, seperti pemasangan iklan, promosi penjualan, pemberitahuan atau hubungan masyarakat, penjualan tatap muka, manajemen tenaga penjualan, hubungan pelanggan, dan hubungan dengan dealer.

Perencanaan Produk dan Jasa

Perencanaan barang dan jasa mencangkup kegiatan seperti uji pemasaran; menentukan produksi penduduk dan merek; memberikan garansi; pembuatan kemasan; menetapkan pilihan produk; fitur produk; gaya produk; dan mutu produk; menghapus produk lama; dan memberikan pelayanan kepada pelanggan, perencanaan produk dan jasa menjadi sangat penting ketika sebuah perusahaan menjalankan strategi pengembangan produk atau diversifikasi.

 

Menetapkan Harga

Ada lima pihak utama yang berkepentingan(stakeholders) yang mempengaruhi keputusan penentuan harga, yaitu konsumen, pemerintah, pemasok, distributor, dan pesaing.

Distribusi

Distribusi mencakup pergudangan, saluran dan cakupan distribusi, lokasi ritel, wilayah penjualan, tingkat dan lokasi persediaan, alat transportasi,perdagangan besar (wholesaling) dan perdagangan ritel (retailing).

Riset Pemasaran adalah mengumpulkan, mencatat, dan menganalisis secara sistematis data mengenal masalah yang berkaitan dengan pemasaran barang dan jasa.

BAB III.

ANALISIS PELUANG

Fungsi ketujuh dari pemasaran adalah analisis peluang yang di dalamnya termasuk menilai biaya, manfaat dan resiko yang berkaitan dengan keputusan pemasaran. Ada tiga langkah yang diperlukan untuk melakukan analisis biaya atau manfaat, yaitu menghitung biaya total yang terkait dengan suatu keputusan,(2) memperkirakan manfaat total dari keputusan, dan (3) membandingkan biaya total dengan manfaat total. Ketika manfaat yang diharapkan melebihi biaya total, peluang menjadi lebih menarik. Kadang-kadang variabel yang dimasukkan dalam analisis biaya/ manfaat tidak dapat dihitung atau bahkan diukur, tetapi biasanya perkiraan yang rasional dapat dibuat  agar analisis dapat terlaksana. Salah satu faktor kunci yang harus dipertimbangkan adalah resiko. Analisis biaya/ manfaat harus juga dilaksanakan ketika suatu perusahaan sedang mengevaluasi berbagai cara alternatif agar bertanggung jawab secara sosial.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV.

KEUANGAN/AKUNTANSI

Kondisi keuangan sering di anggap satu-satunya barometer terbaik dalam melihat posisi bersaing dan daya  tarik keseluruhan perusahaan bagi investor. Menentukan kekutan dan kelemahan keuangan organisasi sangat penting agar dapat merumuskan strategi secara efektif. Likuiditas, solvabilitas, modal kerja, keuntungan, pemanfaatan harta, arus kas, dan modal saham dapat mengurangi sejumlah hal yang dianggap feasible atau dapio keuangan atau dilaksanakan. Faktor-faktor keuangan sering mengubah strategi yang ada dan mengubah rencana implementasi.

Fungsi Keuangan/Akuntansi

Menurut James Van Horne, fungsi keuangan atau akuntansi terdiri atas tiga keputusan, yaitu keputusan investasi, keputusan keuangan dan keputusan dividen. Analisis keuangan adalah metode yang paling banyak di pakai untuk menetapkan kekutan dan kelemahan organisasi dalam bidang investasi, keuangan dan dividen. Keputusan dividen berkaitan dengan masalah seperti persentase penghasilan yang dibayarkan kepada pemegang saham, stbilitas dividen yang dibayarkan dalam periode tertentu, dan pembelian kembali atau penerbitan saham. Manfaat membayarkn dividen kepada investor harus diimbangi dengan manfaat dana yang ditahan secara internt dan tidak ada rumus mengenai bagaimana menyeimbangkan keduanya. Dividen kadang –kadang dibayarkan sekalipun mungkin dana lebih baik diinvestasikan kembali dalam bisnis atau ketika perusahaan harus memperoleh sumber modal dari luar.

  1. Membayarkan dividen tunai merupakan hal yang lazim. Tidak bisa melakukannya dapat dianggap sebagai cacat. Perubahan dividen dianggap tanda mengenai masa depan.
  2. Dividen merupakan nilai penjualan di mata para bankir investasi. Sejumlah investor lembaga hanya dapat membeli saham yang membayarkan dividen.
  3. Pemegang saham seiring menuntun dividen, bahkan di perusahaan yang berpeluang besar untuk menginvestasikan kembali semua dana yang tersedia.
  4. Ada mitos yang menyatakan bahwa membayarkan dividen akan meningkatkan harga saham.

Jenis Dasar Rasio Keuangan

Rasio keungan dihitung dari  laporan laba rugi dan neraca organisasi. Menghitung rasio keuangan sama halnya seperti memotret karena hasilnya mencerminkan situas pada suatu saat saja. Membandingkan rasio dalam kurun beberapa tahun dan dengan rata-rata industri cenderung menghasilkan statistik yang lebih bererti yang dapat dipakai untuk mengindentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan.

 

 

Rasio keuangan utama dapat diklasif menjadi 5 tipe berikut:

1.Rasio likuiditas: mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo.

Rasio lancar (current Ratio)

Rasio cair (Quick/acid-test ratio)

2. Rasio solvabilitas: mengukur seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh utang.

Rasio utang atas total harta(Debt-to-total assets ratio)

Rasio utang atas ekuitas (Debt-to-equity ratio)

Rasio utang jangka panjang atas modal sendiri (long-term-debt-to-equity ratio)

Rasio penutup bunga (Times- interest-earned/coverage ratio)

3. Rasio aktivitas : mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan sumber dayanya.

Perputaran sediaan (Inventory-turnover)

Perputaran harta benda (Fixed assets turnover)

Perputaran harta total (Total assets turnover)

Perputaran piutang dagang (Account receivable turnov er)

Periode rata-rata umur utang (Average collection period)

4.Rasio proftabilitas: mengukur efektivitas manajemen keseluruhan seperti ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan investasi.

Margin laba kotor (Gross profit margin)

Margin laba operasi (Operating profit margin)

Margin laba bersih ( Net profit margin)

Return on total assets (ROA)

Return on stockholders equity (ROE)

Penghasilan per saham (Earning per share)

Rasio penghasilan harga ( Price-earning Ratio)

5.Rasio Pertumbuhan: mengukur kemampuan perusahaan mempertahankan posisi ekonominya dalam pertumbuhan ekonomi dan industri. Ex: Penjualan (Sales), Pendapatan bersih(NetIncome), Penghasilan per saham ( Earning per share), Dividen per saham (Dividend per share).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V.

PRODUKSI/ OPERASI

 

Fungsi produksi/operasi dari suatu usaha terdiri dari semua aktivitas yang mengubah masukan menjadi barang dan jasa. Manajemen produksi/operasi berkaitan dengan input, transformasi, dan output yang berbeda antar-industri dan pasar. Operasi manufaktur mentransformasi atau mengubah masukan seperti bahan baku, tenaga kerja, modal, mesin, dan fasilitas menjadi barang jadi dan jasa. Roger Schroeder menyatakan bahwa manajemen produksi/ operasi terdiri dari 5 fungsi atau bidang keputusan, yaitu proses, kapasitas, sediaan, tenaga kerja, dan mutu.

 

Fungsi-Fungsi Dasar Manajemen Produksi

FUNGSI                                             URAIAN

  1. Proses                     : Keputusan proses menyangkut desain dan sistem    produksi.  Keputusan spesifik terdiri dari pilihan teknologi, tata  lengkap fasilitas, analisi alur proses, lokasi fasilitas, penyeimbang, kendali proses, dan analisis transportasi.

 

  1. Kapasitas               : Keputusan kapasitas menyangkut penetapan tingkat  keluar optimal untuk organisasi, yaitu tidak terlalu tidak terlalu sedikit. Keputusan spesifik termasuk  perencanaan fasilitas, perencanaan agregat, penjadwalan, perencanaan kapasitas, dan analisis antrian.

 

  1. Sediaan                  : Keputusan sediaan mencangkup mengelola banyaknya bahan baku, proses pekerjaan, dan barang jadi. Keputusan spesifik termasuk apa yang dipesan, kapan dipesannya, berapa banyak yang dipesan, dan penanganan material.

 

  1. Tenaga Kerja          : Keputusan tenaga kerja berkenaan dengan mengelola tenaga kerja terampil, tidak terampil, klerikal, dan manajerial. Keputusan spesifik terdiri dari desain kerja, pengukuran kerja, pengayaan kerja, standar kerja, dan teknik motivasi.

 

  1. Mutu                      : Keputusan mutu bertujuan  untuk memastikan bahwa barang dan jasa bermutu tinggi dihasilkan. Keputusan spesifik masuk pengawasan mutu, pengambilan sampel, pengujian jaminan mutu, dan pengawasan biaya.

 

 

 

 

 

BAB VI.

PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

 

Bagian utama yang kelima dari operasi internal yang harus diteliti kekuatan dan kelemahan spesifiknya adalah penelitian dan pengembangan (litbang). Banyak perusahaan tidak melakukan litbang dan banyak juga perusahaan lainnya yang tergantung pada kesuksesan aktivitas litbang agar dapat bertahan.

Lintang Internal dan Eksternal

Distribusi biaya untuk berbagai kegiatan litbang berbeda pada perusaan dan industri. Tetapi, biaya litbang total umumnya tidak melebihi biaya awal faktur dan pemasaran. Empat pendekatan untuk menentukan alokasi anggaran bank yang banyak dipakai adalah: (1) Mendanai usulan proyek sebanyak muatan, (2) menggunakan metode persentase penjualan, (3) anggaran kira-kira sama dengan yang dikeluarkan pesaing untuk penelitian dan pengembangan, atau (4) memuat kebutuhan kebutuhan banyaknya produk baru yang harus sukses dan menghitung memperkirakan investasi litbang yang diperlukan.

Umumnya ada 2 jenis litbang dalam organisasi: (1) litbang internal, sebuah organisasi memiliki Departemen Litbang sendiri, dan/ atau (2) litbang kontrak perusahaan menyewa peneliti atau lembaga independen untuk mengembangkan produk spesifik. Banyak perusahaan menggunakan kedua pendekatan tersebut untuk mengembangkan produk baru. Pendekatan yang banyak digunakan memperoleh bantuan lintang luar adalah menjalankan usaha patungan di perusahaan lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VII.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Informasi mengikat semua fungsi bisnis menjadi satu dan menjadi dasar unsur semua keputusan manajerial. Informasi adalah batu pertama dari semua organisasi. Informasi merupakan sumber utama keunggulan atau kelemahan kompetitif manajemen. Menilai kelemahan dan kekuatan internal perusahaan dalam sistem informasi merupakan dimensi kritis dalam melakukan audit internal.

Tujuan dari sistem informasi manajemen adalah meningkatkan kinerja kualitas perusahaan dengan cara meningkatkan kualitas keputusan manajerial. Sebuah sistem informasi yang efektif mengumpulkan, memberi kode, menyimpan, dan menyajikan informasi sedemikian rupa sehingga dapat menjawab pertanyaan operasional dan strategi yang penting. Jantung dari sistem informasi adalah data base yang berisi berbagai jenis catatan dan data yang penting bagi para manajer.

Perangkat Lunak Perencanaan Strategis

Beberapa sistem pendukung keputusan strategis, terlalu canggih, mahal, atau terlalu terbatas untuk digunakn dengan mudah oleh para manajer dalam perusahaan. Hal ini sangat disayangkan, karena proses manajemen strategi haruslah merupakan proses yang melibatkan orang.

Salah satu produk perangkat lunak perencanaan strategis yang sesuai dengan buku ini dan menawarkan pendekatan yang sederhana namun efektif kepada para manajer dan eksekutif untuk mengembangkan strategi organisasi adalah Check MATE. Ini adalah perangkat lunak komputer pribadi IBM compatible untuk melaksanakan analisis perencanaan dan untuk menghasilkan strategi yang dapat dijalankan perusahaan. Check MATE  berisi teknik-teknik perencanaan strategis yang paling modern.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: