STRATEGI PEMASARAN

 

Penyusutan rencana dan strategi pemasaran

Tugas perusahaan adalah memeriksa biaya dan kinerja di masin-masing kegiatan penciptaan nilai dan mecari cara untuk memperbaikinya. Perusahaan harus memperkirakan biaya dan kinerja pesaingnya sebagai acuan pembanding untuk di bandingkan dengan biaya dan kinerjanya sendiri. Selanjutnya, perusahaan harus mempelajari praktik kelas terbaik dari perusahaan-perusahaan terbaik di dunia. Keberhasilan perusahaan bukan hanya bergantung pada keberhasilan masing-masing bagian dalam melakukan tugasnya, melainkan juga pada keberhasilan dalam menkoordinasikan berbagai kegiatan bagian tersebut untuk melakukan proses bisnis inti. Proses-proses bisnis inti mencangkup hal-hal berikut ini :

  • Proses memahami pasar
  • Proses realisasi produk baru
  • Proses mendapatkan pelanggan
  • Proses manajemen relasi pelanggan
  • Proses manajemen pemenuhan

Kompetisi inti

Untuk melaksanakan proses bisnis intinya, sebuah perusahaan memerlukan sumber daya tenaga kerja, bahan baku, mesin, informasi, energi. Secara tradisional, perusahaan memiliki dan mengontrol sebagian besar sumber daya yang memasuki bisnis mereka, tetapi situasi ini sudah berubah. Jadi, kuncinya adalah memilika serta memelihara sumber daya dan kemampuan utama yang merupakan inti setiap usah. Dapat dikatakan bahwa suatu kemampuan meliki 3 karakteristik:

  1. Merupakan sumber keunggulan kompetitif, dimana ia menciptakan kontribusi besar bagi manfaat pelanggan yang di pahami.
  2. Memiliki aplikasi di berbagai pasar
  3. Sulit untuk ditiru oleh pesaing

Orientasi Pemasaran Holistik dan Nilai Pelanggan

Orientasi pemasaran holistik dapat juga memberikan pengertian yang mendalam tentang merebut nilai pelanggan. Sati konsepsi pemasaran holistik melihatnya sebagai pemaduan eksplorasi nilai, penciptaan nilai, dan kegiatan penyerahan nilai. Dengan tujuan membangun hubungan yang saling memuaskan dalam jangka panjang dan kesejahteraan bersama dikalangan para pemegang saham utama.

EKSPLORASI NILAI

Karena nilai mengalir dalam dan melalui pemasar yang terdiri bersifat dinamik dan kompetitif, persahaan membutuhkan strategi yang ditetapkan dengan baik untuk eksplorasi nilai. Pengembangan strategi macam itu menuntut adanya pemahaman terhadap hubungan dan interaksi di antara tiga ruang: (1) ruang kognitif pelanggan, (2) ruang kompetensi perusahaan, dan (3) ruang sumber daya kolaburator. Ruang kognitif pelanggan mencerminkan kebutuhan yang ada dan tersembunyi dan mencangkup dimensi – dimensi, seperti kebutuhan akan partisipasi, stabilitas, kebebasan, dan perubahan. Ruang kompetensi perusahaan dapat digambarkan dari segi keluasan lingkup yang luas versus lingkup yang terfokus, dan kedalaman kapabilitas fisik versus kapabilitas berbasiskan pengetahuan. Ruang kolaborator mencakup kemitraan horsontal.

Peran Sentral dari Perencanaan Stratejik

Yang pertama adalah mengelola bisnis perusahaan sebagai satu portofolio investasi. Kedua mencakup penilaian setiap kekuatan bisnis dengan mempertimbangkan angka pertumbuhan pasar dan posisi perusahaan serta pencocokan dengan pasar itu. Ketiga adalah memanfaatkan strategi.

Perencanaan Stratejik Divisi dan Perusahaan

Semua kantor pusat perusahaan melakukan 4 aktivitas perencanaan:

  1. Menetapkan misi perusahaan,
  2. Membangun unit bisnis strategi,
  3. Menetapkan sumber daya untuk setiap SBU, dan
  4. Menilai peluang pertumbuhan.

Menetapkan Misi Perusahaan

Adannya organisasi adalah untuk menyelesaikan sesuatu: membuat mobil, meminjamkan uang, menyediakan penginapan malam hari, dan lain-lain. Misi atau tujuan spesifiknya biasanya jelas ketika bisnis dimulai. Sepanjang perjalanan waktu, misi bisa berubah, untuk mendapatkan keuntungan dari peluang baru atau menanggapi kondisi pasar baru.

Pernyataan misi mendefinisikan lingkup bersaing utama yang merupakan lingkup operasinya perusahaan seperti berikut ini :

  • Industri. Kisaran industri tempat sebuah perusahaan akan beroperasi. Beberapa perusahaanakan beroperasi dalam hanya satu industri; ada yang hanya dalam satu perangkat industri terkait; ada yang hanya dalam barang –barang industri, barang konsumen, atau jasa; dan ada yang dalam industri. Sebagai contoh, DuPont lebih suka beroperasi dalam pasar industri, sementara Dow berkeinginan untuk beroperasi dalam pasar industri dan konsumen. 3M akan masuk hampir ke industri apa saja, yang penting dapat menghasilkan uang.
  • Produk dan aplikasi. Kisaran produk dan aplikasi yang akan disuplai oleh perushaan. Tujuan St. Jude Medical adalah “ melayani para dokter di deluruh dunia dengan produk bermutu tinggi untuk perawatan kardiovaskular.
  • Kompetensi. Kisaran teknologi dan kompetensi inti lain yang akan dikuasai dan diangkat oleh perusahaan. NEC dari jepang telah membangun kompetensi intinya dan menghitung komunikasi dan komponen-komponen untuk mendukung produksi komputer laptop, penangkap televisi, dan telepon genggam.
  • Segmen pasar. Tipe pasar atau pelanggan yang akan dilayani perusahaaan. Sebagai contoh, Porsche membuat hanya mobil yang mahal. Gerber terutama melayani pasar untuk anak bayi.
  • Vertikal. Jumlah tingkat saluran, mulai dari bahan mentah sampai produk dari distribusi akhir di mana sebuah perusahaan akan berpartisipasi.
  • Geografis. Jangkauan wilayah, negara, atau kelompok negara tempat perusahaan akan beroperasi.

Perusahaan- perusahaan besar biasanya mengelola bisnis yang cukup berbeda, masing-masing menuntut strateginya sendiri. General Electric mengklasifikasi bisnisnya menjadi 49 unit bisnis strategi (strategic business unit – SBU), sebuah SBU memiliki 3 karakter berikut ini:

  1. Merupakan satu bisnis tunggal atau kumpulan bisnis terkait yang dapat direncanakan secara terpisah dari bagian lain perusahaan,
  2. Memilki perangkat pesaingnya sendiri, dan
  3. Memiliki seorang manajer yang bertanggung jawab atas perencanaan stratejik dan kinerja laba dan yang mengontrol paling banyak faktor yang memengaruhi laba.

Tujuan mengidentifikasi unit bisnis stratejik perusahaan adalah mengembangkan strategi –strategi terpisah dan menetapkan pendanaan yang memadai. Manajemen senior mengetahui bahwa portofolio bisnisnya biasanya mencakup sejumlah “ apa yang sudah terjadi kemarin” dan juga para pencari nafkah besok.” Namun, ia tidak dapat mengandalkan kesan; ia membutuhkan alat analistis untuk mengklasifikasi bisnisnya berdasarkan potensi laba.

Menilai Peluang Pertumbuhan

Menilai peluang pertumbuhan perencanaan bisnis baru, perampingan, atau penghapusan bisnis lama. Rencana perusahaan untuk bisnis yang ada memungkinkannya memproyeksikan penjualan total dan laba. Jika terdapat kesenjangan strategis antara penjualan yang diinginkan dan penjualan yang diperkirakan, manajemen korporasi harus mengembangkan atau mengembangkan atau mendapatkan bisnis baru guna memenuhi perbedaan tersebut.

Starbucks adalah sebuah perusahaan yang telah mencapai pertumbuhan dengan berbagai macam cara ketika Howard Schultz, CEO starbucks sampai tahon 2000, masuk perusahaan itu pada tahun 1982, dia melihat suatu celah yang tidak terisi untuk kafe yang melayani kopi cicipan langsung kepada pelanggan. Ini menjadi strategi penetrasi pasar Starbucks dan membantu perusahaan mendapatkan suatu bisnis pelanggan setia di Seattle.

Ada bermacam- macam bentuk pelaung dan pemasar harus bisa mengenalinya :

  • Perusahaan dapat memperkenalkan kapabilitas baru.

Contohnya : sekarang konsumen dapat menciptakan dan mengedit “iMovies” digital dengan iMac baru dan meng-uploadnya-nya pada Apple Web Server untuk berbagi dengan teman-teman di seluruh dunia.

 

  • Perusahaan bisa menhantarkan produk atau jasa lebih cepat.

Contohnya : FedEx menemukan satu cara untuk mengirimkan surat dan paket jauh lebih cepat daripada kantor pos AS.

  • Perusahaan mampu menawarkan produk dengan harga yang jauh lebih rendah.

Contohnya: Perusahaan farmasi telah menciptakan versi generik dari obat-obat bermerek.

Untuk menegetahui peluang, perusahaan dapat menggunakn Analisis Peluang Pasar ( MOA – Market Opportunity Analysis)  untuk menentukan daya tarik dan kemungkinan berhasilnya peluang :

  1. Dapatkah manfaat yang tercakup dalam peluang itu diartikulasikan secara meyakinkan untuk menentukan pasar sasaran?
  2. Dapatkah pasar sasaran dilokasikan dan dijangkau dengan media dan saluran perdagangan yang efektif biaya?
  3. Apakah perusahaan memiliki akses ke kemampuan-kemampuan dan sumber daya penting yang dibutuhkan untuk memberikan manfaat pelanggan ?
  4. Dapatkah perusahaan menyerahkan manfaat yang lebih baik daripada pesaing aktual atau potensial?
  5. Akankah tinngkat pendapatan finansial mencapai atau melampaui ambang yang dituntut perusahaan atas investasi?

Perumusan Sasaran

Agar sistem MBO dapat bekerja dengan baik, tujuan-tujuan unit bisnis harus memenuhi 4 kriteria :

  1. Tujuan harus diurutkan secara hirarkis, dari yang paling penting sampai yang kurang penting.
  2. Apabila meemungkinkan tujuan harus dapat dinyatakan secara kauntitaif.
  3. Sasaran-sasaran harus realistis.
  4. Tujuan- tujuan perusahaan harus konsisten.

Perumusan Strategi

Sasaran menunjukkan apa yang ingin dicapai oleh suatu unit bisnis, strategi adalah suatu rencana permainan untuk mencapainya. Setiap bisnis harus merancang strategis untuk mencapai tujuannya, yang terdiri dari strategi pemasaran dan strategi teknologi serta strategi penetapan sumber yang cocok.

STRATEGI GENERAL PORTER Michael Porter telah mengemukakan 3 strategis umum yang memberikan awal yang bagus bagi pemikiran strategis : keunggulan biasa secara keseluruhan, diferensiasi, dan fokus.

  • Keunggulan biaya secara keseluruhan. Bisnis bekerja keras untuk mencapai biaya produksi dan distribusi yang terendah, sehingga harganya menjadi lebih rendah daripada pesaing dan mendapat pangsa pasar yang besar. Perusahaan dengan strategi itu harus terampil dalam hal rekayasa ( engineering), pembelian, produksi, maupun distribusi. Mereka hanya memerlukan sedikit keterampilan pemasaran. Masalah dengan strategi ini adalah bahwa perusahaan lain biasanya akan bersaing dengan biaya yang lebih murah, dan menghantam perusahaan yang hanya mengandalkan biaya rendah.
  • Diferensiasi. Unit bisnis berkonsentrasi untuk mencapai kinerja yang terbaik dalam memberikan manfaat bagi pelanggan yang dinilai penting oleh sebagian besar pasar. Perusahaan mengelolah kekuatan – kekuatan itu yang akan menyumbang kepada diferensiasi yang diharapkan. Jadi, perusahaan yang ingin posisi terdepan dalam mutu harus menggunakan komponen terbaik, memadukannya dengan baik, memeriksanya dengan teliti, dan mengkomunikasikan mutunya secara efektif.
  • Fokus. Bisnis memfokuskan daripada satu atau lebih segmen pasar yang sempit daripada mengejar pasar yang lebih besar. Perusahaan memahami kebutuhan segmen itu dan mengajar kepemimpinan biaya atau diferensiasi dalm segemen sasaran.

Banyak aliansi strategis mengambil bentuk aliansi pemasaran yang terbagi kedalam 4 kategori utama.

  1. Aliansi produk atau jasa – Satu perusahaan memberikan lisensi kepada perusahaan lain untuk memproduksi produknya, atau dua perusahaan bersama-sama memasarkan produk mereka yang saling melengkapi atau suatu produk baru. Sebagai contoh, H&Cr Block dan Hyatt Legal Service- dua usaha jasa- telah bekerja sama membentuk aliansi pemasaran.
  2. Aliansi promosi – Sebuah perusahaan setuju melakukan promosi untuk produk atau jasa perusahaan lain. Misalnya, McDonald’s sering membentuk tim dengan Disney untuk menawarkan produk-produk yang terkait dengan film Disney terkini sebagai bagian dari jamuannya untuk anak-anak.
  3. Aliansi logistik – Disini, suatu perusahaan menawarkan dukungan logistik bagi produk perusahaan lain. Misalnya, Abott Laboratories menyimpan dan mengirimkan seluruh produk medis dan bedah 3M ke rumah-rumah sakit di seluruh Amerika Srikat.
  4. Kolaborasi harga – Satu atau lebih perusahaan turut serta dalam kolaborasi pemberian harga khusus. Biasanya jaringan hotel dan perusahaan penyewaan mobil saling memberikan potongan harga.

Isi Rencana Pemasaran

  • Strategi pemasaran. Disini manajer produk menetapkan sasaran misi dan pemasaran serta sasaran keuangan. Manajer juga mendefinisikan kelompok- kelompok dan kebutuhan yang mau dipuaskan oleh tawaran pemasaran. Selanjutnya manajer menetapkan penentuan posisi yang bersaing pada lini produk, yang akan menginformasikan” rencana permainan” guna mencapai tujuan rencana. Semua ini dilakukan dengan masukan dari bidang organisasi lain, seperti pembelian, pembuatan, penjualan, keuangan, sumber adaya manusia, untuk memastikan bahwa perusahaan dapat memberikan dukungan yang tepat bagi implementasi yang efektif. Strategi pemasaran harus spesifik tentang tentang strategi penentuan merek dan strategi pelanggan yang akan ditempuh.
  • Proyeksi finansial. Proyeksi finansial mencakup ramalan penjualan, ramalan biaya, dan analisis titik impas. Pada sisi penerimaan, proyeksi itu menunjukkan volume penjualan per bulan dan per kategori produk. Pada sisi pengeluaran, proyeksi menunjukkan biaya pemasaran yang diharapkan, diuraikan menjadi kategori yang lebih kecil. Analisis titik impas menunjukkan berapa banyak unit yang harus dijual setiap bulan untuk menutup biaya tetap perbulan dan rata-rata biaya variabel per unit.
  • Pengendalian implementasi. Bagi terakhir dari rencana pemasaran adalah pengendalian untuk memantau dan mencocokkan implementasi rencana. Biasannya sasaran dan anggaran dipecah menjadi bulan atau kuartal sehingga manajemen dapat meninjau hasil setiap periode dan mengambil tindakan perbaikan sesuai kebutuhan. Sejumlah langkah internal dan eksternal yang berbeda harus diambil untuk menilai kemajuan dan mengusulkan modifikasi yang mungkin. Beberapa organisasi memasukkan rencana-rencana kontingensi yang membagankan langkah-langkah yang akan diambil manajemendalam menanggapi perkembangan lingkungan khusus, seperti perang harga atau pemogokan.

Menetapkan Strategi Produk

Karakteristik dan Klasifikasi Produk

Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan. Produk-produk yang dipasarkan meliputi barang fisik, jasa, pengalaman, acara-acara, orang, tempat, properti, organisasi, dan gagasan.

Tingkat Produk : Hierarki Nilai Pelanggan

Di negara –negara yang sudah berkembang, persaingan, dan penentuan posisi merek berlangsung pada tingkat ini. Beberapa hal seharusnya diperhatikan mengenai strategi peningkatan produk. Pertama, setiap peningkatan menimbulkan biaya. Kedua, manfaat yang ditingkatkan akan segera menjadi manfaat yang diharapkan. Tamu-tamu hotel dewasa ini mengharapkan televisi kabel atau satelit yang menggunakan remote control dan internet berkecepatan tinggi atau dua lini telepon. Ini berarti pesaing nantinya harus mencari fitur dan manfaat lain lagi. Ketiga, padasaat perusahaan menaikkan harga untuk produk yang telah mereka tingkatkan, sebagian pesaing menawarkan jenis produk yang telah “ dipreteli “ dengan harga yang jauh lebih rendah. Dengan demikian, bersamaan dengan pertumbuhan hotel-hotel mewah seperti Four Seasons dan Ritz – Carlton, kita menyaksikan munculnya hotel-hotel dan motel berbiaya murah seperti Motel 6 dan Comfort Inn, yang melayani tamu yang hanya menginginkan produk dasarnya.

Klasifikasi Produk

Secara tradisional, pemasar mengklasifikasikan produk berdasarkan ciri-cirinya : daya tahan, wujud, dan penggunaan ( konsumen atau industri ) Selain jenis produk memiliki strategi bauran pemasaran yang sesuai.

DAYA TAHAN DAN WUJUD Produk dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, menurut daya tahan dan wujudnya:

  1. Barang yang tidak tahan lama ( nondurable goods) adalah barang-barang berwujud yang biasanya dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan, seperti bir dan sabun. Karena barang-barang ini dikonsumsi dengan cepat dan sering dibeli, strategi yang tepat adalah menyediakannya di berbagai lokasi, hanya mengenakan marjin yang kecil, dan memasang iklan besar-besaran guna memancing orang mencobanya dan membangun preferensi.
  2. Barang tahan Lama ( durable goods) adalah barang berwujud yang biasanya tetap bertahan walaupun sudah digunakan berkali-kali lemari es, peralatan mesin, dan pakaian. Produk tahan lama biasanya memerlukan penjualan dan pelayanan yang lebih pribadi, mempunyai marjin yang lebih tinggi, dan memerlukan lebih banyak garansi dan penjual.
  3. Jasa (services) adalah produk-produk yang tidak berwujud, tidak terpisahkan, dan mudah habis. Akibatnya, produk ini biasanya memerlukan pengendalian mutu, kredibilitas pemasok, dan kemampuan penyesuaian yang lebih tinggi. Contohnya mencakup pemotongan rambut dan perbaikan barang.

Hubungan Produk dan Merek

Masing-masing produk berkaitan dengan produk-produk tertentu lainnya.

Hierarki Produk

Hierarki produk ini membentang mulai dari kebutuhan-kebutuhan dasar hingga barang-barang khusus yang memuaskan kebutuhan tersebut. Kita dapat mengindentifikasi enam tingkat hierarki produk ( dengan asuransi jiwa sebagai contoh ) :

  1. Keluarga kebutuhan (need family) – Kebutuhan inti yang mendasari keberadaan suatu kelompok produk. Contoh : keamanan.
  2. Keluarga produk (product family) – Semua kelas produk yang dapat memenuhi kebutuhan inti dengan lumayan efektif. Contoh : tabungan dan Penghasilan.
  3. Kelas produk ( product class) – Sekelompok produk dalam keluarga produk yang diakui mempunyai ikatan fungsional tertentu. Contoh : instrumen keuangan.
  4. Lini produk ( product line ) – Sekelompok produk dalam kelas produk yang saling terkait erat karena produk tersebut melakukan fungsi yang sama, dijual kepada kelompok pelanggan yang sama, dan dipasarkan melalui saluran yang sama, atau masuk ke dalam rentang harga tertentu. Sebuah lini produk bisa terdiri dari merek-merek berbeda atau kelompok merek tunggal atau merek individual yang merupakan lini yang diperluas. Contoh : asuransi jiwa.
  5. Jenis produk (product type) – Sekelompok barang dalam lini produk yang sama-sama memiliki salah satu dari beberapa kemungkinan bentuk produk tersebut. Contoh : asuransi berjangka.
  6. Barang (item) ( yangjuga disebut unit pencatatan persediaan (stockkeeping unit) atau varian produk (product variant) – Unit tersendiri dalam suatu merek atau lini produk yang dapat dibedakan berdasarkan ukuran, harga, penampilan, atau suatu ciri lain. Contoh: asuransi jiwa berjangka prudential yang dapat diperpanjang.

Bauran dan Sistem Produk

Sistem produk ( product system) adalah sekelompok barang berbeda, tetapi saling berhubungan yang berfungsi dengan cara yang saling melengkapi. Misalnya, lini produk telepon cerdas dan PalmOne genggam muncul bersama produk-produk yang dapat dipasang, termasuk headset, kamera, keyboard, proyektor untuk presentasi, buku elektronik (e-book),  pemutar MP3, kamera digital, dan perekam suara. Bauran produk ( product mix atau product assortment ) adalah kumpulan seluruh produk dan barang yang itawarkan penjual tertentu kepada pembeli.

 

 

Panjang Lini-Produk

Tujuan-tujuan memengaruhi panjang lini produk. Salah satu tujuannya ialah menciptakan Lini produk untuk mencakup penjualan kelas atas.

Perentangan ke Pasar Sawah Suatu perusahaan yang berada di pasar menengah mungkin ingin memperkenalkan lini dengan harga yang lebih rendah karena salah satu dari ketiga alasan berikut:

  1. Perusahaan tersebut mungkin mengamati peluang-peluang pertumbuhan yang kuat sebagai pengecer besar-besaran seperti Wal-Mart, Best Buy, dan yang lain-lainnya menarik jumlah pembeli yang terus bertumbuh yang menginginkan barang dengan harga yang sesuai dengan nilainya.
  2. Perusahaan tersebut mungkin ingin membatasi pergerakan pesaing-pesaing dalam kelas yang lebih rendah yang tadinya mungkin mencoba untuk beralih ke pasar lapis atas. Jika sudah diserang pesaing kelas bawah, perusahaan tersebut sering memutuskan untuk melakukan serangan balik dengan memasuki kelas bawah pasar tersebut.
  3. Perusahaan tersebut mungkin menentukan bahwa pasar menengah sedang mengalami stagnasi atau kemunduran.

Suatu perusahaan menghadapi sejumlah pilihan penggunaan nama ketika memutuskan untuk beralih ke pasar bawah. Misalnya Sony menghadapi tiga pilihan:

  1. Menggunakan nama Sony untuk semua tawarannya. ( Sony melakukannya)
  2. Memperkenalkan tawaran yang harganya lebih rendah dengan menggunakan nama sub merek, seperti Sony Value Line. Perusahaan-perusahaan lain telah melakukan ini, seperti Gillette dengan Gillete Good News dan United Airlines dengan United Express. Resikonya adalah bahwa nama Sony kehilangan sebagian citra mutunya dan beberapa pembeli Sony mungkin akan beralih ke tawaran yang harganya lebih rendah.
  3. Memperkenalkan tawaran yang harganya lebih rendah dengan nama yang berbeda tanpa menyebutkan Sony, tetapi Sony harus mengeluarkan banyak uang untuk membangun nama merek yang baru, dan bahkan pedagang-pedagang besar mungkin tidak mau menerima merek yang tidak memiliki nama Sony.

 

 

 

Pengemasan, Pelabelan, Penjaminan, dan Garansi

Pengemasan

Kita mendefinisikan pengemasan (packaging) sebagai semua kegiatan merancang dan memproduksi wadah untuk produk. Kemasan (package) bisa mencakup tiga tingkat bahan. Paco Rabane Cologne muncul dalam botol (kemasan primer) yang dimasukkan ke dalam kotak karton (kemasan sekunder) yang terdapat dalam kotak bergelombang (kemasan pengiriman) yang berisi enam lusin kotak Paco Rabane.

Kemasan yang dirancang dengan baik dapat menciptakan kenyamanan dan nilai promosi. Kita harus memasukkan pengemasan sebagai senjata pemberian gaya, khususnya dalam produk makanan, kosmetik, perlengkapan mandi, dan peralatan kecil konsumen. Kemasan merupakan hal pertama yang dihadapi pembeli menyangkut produk dan mampu mengubah pembeli untuk membeli atau tidak. Bagi Arizona Iced Tea, kemasan, kemasan benar-benar menjadi titik pembuka.

Berbagai faktor telah berperan dalam meningkatnya penggunaan kemasan sebagai alat pemasaran:

  • Swalayan. Makin banyak produk dijual secara swalayan.
  • Kemakmuran konsumen. Meningkatnya kemakmuran konsumen berarti konsumen bersedia membayar sedikit lebih mahal untuk kenyamanan, penampilan, keandalan, dan gengsi kemasan yang lebih baik.
  • Peluang inovasi. Pengemasan yang inovatif dapat memberikan manfaat yang besar bagi konsumen dan laba bagi produsen. Perusahaan-perusahaan menggabungkan bahan-bahan dan fitur-fitur yang unik seperti semprotan dan bukan yang dapat ditutup kembali.

Pengembangan kemasan yang efektif membutuhkan beberapa keputusan. Dari perspektif perusahaan maupun pelanggan, pengemasan harus mencapai sejumlah tujuan.

  1. Identifikasi merek,
  2. Sampaikanlah informasi yang deskriptif dan persuasif,
  3. Permudahkan proteksi dan transportasi produk,
  4. Bantulah penyimpanan di rumah, dan
  5. Bantulah konsumsi produk.

Untuk mencapai tujuan pemasaran merek dan memuaskan keinginan konsumen, komponen estetik dan fungsional kemasan harus dipilih secara cermat. Pertimbangan estetik berhubungan dengan ukuran, bentuk, bahan, warna, tulisan, dan grafik kemasan.

Pelabelan

Penjual harus memberikan label produknya. Label tersebut mungkin adalah etiket sederhana yang ditempelkan pada produk tersebut atau grafik yang dirancang dengan rumit yang merupakan bagian dari kemasan tersebut. Label tersebut mungkin hanya mencantumkan nama merek atau banyak informasi. Sekalipun penjualnya lebih menyukai label yang sederhana, undang-undang mungkin mengharuskan informasi tambahan.

Label melakukan beberapa fungsi. Pertama, label tersebut mengidentifikasi produk atau merek – misalnya, nama Sunkist yang dicap pada jeruk. Label tersebut mungkin juga menunjukkan kelas produk; buah peach kaleng diberi label kelas A, B, dan C. Label tersebut mungkin juga menjelaskan produk: siapa pembuatnya, dimana buat, kapan dibuat, apa saja kandungannya, bagaimana digunakan, dan bagaimana menggunakannya dengan aman. Akhirnya, label tersebut mungkin mempromosikan produk melalui grafik-grafik yang menarik. Teknologi baru memungkinkan label mengakomodasikan lebih banyak informasi produk pada kemasan, menggantikan label tulisan yang dilem pada kaleng dan botol.

Jaminan dan Garansi

            Semua penjual secara hukum bertanggung jawab untuk memenuhi harapan pembeli yang normal atau masuk akal. Jaminan merupakan pernyataan formal dari kinerja produk yang diharapkan oleh pengusaha pabrik. Produk bergaransi dapat dikembalikan kepada pabrik atau pusat servis yang ditunjuk untuk melakukan perbaikan, penggantian, atau pengembalian uang. Jaminan, apakah itu diekspresikan atau diimplikasikan, dapat dituntut secara hukum.

Rangkuman

  1. Produk adalah unsur pertama dan terpenting dalam bauran pemasaran. Strategi produk membutuhkan pengambilan keputusan yang terkoordinasi atas bauran produk, lini produk, merek, dan pengemasan dan pelabelan.
  2. Dalam merencanakan tawaran pasarnya, pemasar perlu memikirkan secara mendalam kelima tingkat produk: manfaat inti, produk dasar, produk yang diharapkan, produk yang ditingkatkan, dan produk potensial, yang mencakup semua peningkatan dan transformasi yang akhirnya mungkin dialami produk tersebut.
  3. Produk dapat dikelompokkan dengan beberapa cara. Dari segi daya tahan dan keandalan, produk dapat dibagi menjadi barang yang tidak tahan lama, barang yang tahan lama, atau jasa. Dalam kategori barang konsumen, produk dapat berupa barang mudah (kebutuhan pokok, barang dadakan, dan barang darurat); barang toko (homogen dan heterogen); barang khusus; atau barang yang tidak dicari. Dalam kategori barang industri, produk masuk ke dalam salah satu dari tiga kategori: bahan baku dan suku cadang (bahan mentah, bahan produksi, dan suku cadang); barang modal (instalasi dan peralatan); barang pemeliharaan dan perbaikan, jasa pemeliharaan dan perbaikan, jasa konsultasi bisnis).
  4. Merek dapat didiferensiasikan berdasarkan jumlah dimensi produk atau jasa berbeda: bentuk produk, fitur, kinerja, kesesuaian, tahan lama, keandalan, kemudahan untuk diperbaiki, gaya, rancangan, dan juga dimensi-dimensi jasa seperti kemudahan untuk dipesan, pengiriman, instalasi, pelatihan pelanggan, konsultasi pelanggan, pemeliharaan dan perbaikan.
  5. Sebagian besar perusahaan menjual lebih dari satu produk. Bauran produk dapat dikelompokkan menurut lebar, panjang, kedalaman dan konsistensi. Keempat dimensi ini adalah alat untuk mengembangkan strategi pemasaran perusahaan tersebut dan untuk memutuskan lini produk mana akan dikembangkan, dipertahankan, dipanen, dan dihentikan. Untuk menganalisa lini produk dan menentukan berapa banyak sumber dana harus diinvestasikan dalam lini tersebut, manajer lini produk perlu mempelajari penjualan dan laba serta profil pasar.
  6. Perusahaan dapat mengubah komponen produk bauran pemasarannya dengan memperpanjang produknya melalui perentangan lini ( ke pasar bawah, ke pasar atas, atau keduanya) atau pengisian lini; dengan memodernisasi produknya, dengan menonjolkan produk tertentu; dan dengan memangkas produknya untuk menghilangkan yang paling tidak menguntungkan.
  7. Merek sering dijual atau dipasarkan secara patungan dengan mereka lain. Merek ramuan dan merek bersama dapat menambah nilai yang mengendaikan mereka memiliki ekuitas dan dipahami sebagai pencocokan yang memadai.
  8. Banyak produk fisik harus dikemas dan  diberi label. Kemasan yang dirancang dengan baik dapat menciptakan nilai kenyamanan bagi pelanggan dan nilai promosi bagi produsen. Akibatnya, mereka dapat bertindak sebagai “ siaran niaga lima menit “ untuk produk tersebut. Jaminan dan garansi bisa menawarkan jaminan lebih lanjut kepada konsumen.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: